Tanpa disadari ternyata sekarang kita telah memasuki era teknologi dengan loncatan luar biasa, yang mana di masa depan manusia akan terintegrasi dengan artificial intelligence yakni benda-benda elektronik dan benda- benda mekanik. Keterintegrasian tersebut dihubungkan dengan chip yang ditanamkan dalam otak hingga pada akhirnya menjadikan manusia sebagai manusia cyborg yang memungkinkan ia dapat melakukan apa saja. Intinya manusia akan menjadi manusia yang kuat dalam mencapai tujuannya.
Murid-murid Yesus sebagai manusiapun mengalami ketakutan dan kegelisahan manakala Yesus akan meng- akhiri karyaNya dalam dunia, dan Yesuspun menyadari akan hal itu. Atas kondisi mereka Yesus menjanjikan Roh Kudus dan dengan Roh tersebut para murid akan menerima kuasa untuk menjadi saksiNya. Ketika kuasa itu teraktivasi atau telah berperan aktif, maka keseluruhan hidup para murid dikuasai, dimampukan serta tidak gentar menghadapi tantangan untuk bersaksi bagi Tuhan. Hal ini nampak ketika para murid yang berbicara dalam berbagai bahasa (bukan bahasa aneh), dengan lantang mereka berbicara tentang Kristus yang disalibkan dan dibunuh adalah Sang Mesias.
Dengan demikian peristiwa pentakosta (pencurahan RK) bertujuan untuk memulihkan kembali arah dan orientasi hidup manusia agar terafiliasi dengan Allah. Kekuatan dan kuasa Roh Kudus yang dicurahkan juga menjadikan manusia yang sekaligus sadar pada kelemahan diri dan sadar pada kekuatan Allah. Hingga pada akhirnya meskipun manusia memiliki persoalan eksternal yang
tidak analali tarataa! KAA KN Dah Kita Mahar Laki atan