Setiap generasi lahir dengan tantangannya sendiri. Generasi “Baby Boomer’ dikenal sebagai generasi pekerja keras, penuh disiplin, dan rela berkorban demi masa depan anak cucu. Namun, seperti Habakuk yang melihat ketidakadilan di zamannya, generasi manapun bisa merasa lelah melihat dunia yang penuh kekerasan, korupsi, dan kecurangan (Hab 1:1-4).
Mazmur 37 mengingatkan: jangan iri pada orang fasik, sebab mereka akan lenyap seperti rumput yang layu. Sebaliknya, orang benar dipanggil untuk percaya, berdiam diri, dan tetap setia kepada Tuhan (Mzm 37:3- 7). Di sinilah pesan pentingnya: kebaikan dan kesetiaan tidak pemah sia-sia.
Habakuk menerima jawaban Tuhan: “Orang benar akan hidup oleh percayanya” (Hab 2:4). Lukas 17 menegaskan bahwa iman, meski kecil seperti biji sesawi, mampu menggerakkan hal-hal besar.
Generasi “Baby Boomer” telah menanam nilai kerja keras, ketekunan, dan kesetiaan. Generasi setelahnya dipanggil untuk melanjutkan bukan dengan iri hati atau ketakutan, tetapi dengan iman yang teguh.
Dalam dunia yang berubah cepat, jangan hanya terpaku pada kesulitan, melainkan hidupilah iman yang bertumbuh. Pada mulanya, generasi terdahulu menabur dengan kerja keras, kini kita dipanggil untuk melanjutkannya dengan iman, pengharapan, dan kasih.
Selamat Hari Minggu, Tuhan memberkati. (WS)