Dalam banyak hal, tampaknya lebih mudah bagi seseorang untuk memulai sebuah pekerjaan baik, namun tak selalu mudah untuk melanjutkan apa yang telah dimulai. Berbagai distraksi dapat terjadi di tengah jalan, yang membuyarkan tekad awal. Akhirnya, hal baik yang dimulai dengan tekad yang baik pun tidak selalu dapat dilanjutkan, bahkan dituntaskan dengan baik.

Gambaran tentang pekerjaan “membajak” sangat dikenal oleh orang Yahudi di Palestina pada masa Tuhan Yesus, karena bercocok tanam dan beternak adalah mata pencaharian utama masyarakat mereka pada saat itu. Sebuah catatan sejarah menjelaskan bahwa tanah di Palestina bukan tanah yang datar dan mudah untuk dibajak, melainkan tanah yang tidak rata. Maka, dalam hal ini tantangan untuk membajak tanah ladang yang akan ditanami itu menjadi lebih besar. Apabila seorang pembajak telah memulai pekerjaannya, ia harus menyelesaikannya juga dengan baik. Inilah yang digambarkan dengan kata-kata “barangsiapa siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, ia tidak layak”. “Menoleh”, menggambarkan fokus yang terpecah. Jika fokus terpecah, ia tidak akan bisa fokus membajak hingga selesai. Demikianlah pengingat yang Tuhan sampaikan agar kita pun belajar untuk fokus pada panggilan kita untuk mengerjakan ladang-ladang yang Tuhan percayakan, supaya kita tidak hanya menjadi orang-orang yang memulai dengan baik, melainkan juga melanjutkan dengan baik dan menuntaskan tugas itu dengan baik pula.

Apa saja alasan yang seringkali membuat kita menunda untuk membajak ladang yang Tuhan tunjukkan? Apakah selama ini kita sendiri sudah memiliki strategi untuk menjaga fokus kita dalam melanjutkan setiap hal baik yang sudah kita mulai? Tuhan memanggil kita untuk tekun dan setia mengerjakan pelayanan yang la percayakan bagi kita. Besar ataupun kecil kelihatannya pelayanan itu, semuanya berarti. Kerjakan dengan segenap hati, hingga akhir. Dan lihatlah, ketekunan kita membajak ladang itupun dipakai untuk membentuk kita, menumbuhkan iman kita, dan menghadirkan banyak pengalaman iman bersama dengan Tuhan yang mempercayakan

You May Also Like

Bersyukur dan Berbuah – ( dalam Kemurahan Allah

| Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Ungkapan itu menunjukkan betapa l…

Menyambut Kebebasan Dengan Ketaatan

Catatan Harian Seorang Narapidana. Hari pertama di dalam sel: dunia seakan mau…

Kristus Raja

s adalah Raja. Sejak Dia lahir, Raja Herodes ketakutan tersaingi, karena para…

Mempersembahkan Diri – ( sebagai Batu yang Hidup

| Batu bagi kebanyakan orang adalah salah satu benda yang:tidak berguna dan…