Minyak adalah unsur penting dalam perekonomian Israel, karena minyak dipakai dalam penerangan, pelantikan raja, memasak, penyembuhan, penyembahan dan sebagai penata rambut. Dalam peribadatan minyak merupakan hal utama untuk korban persembahan sulung dan merupakan obyek utama perpuluhan. Korban- korban sajian pada peribadatan sering dicampur dengan minyak, para imam ditahbiskan dengan diurapi minyak, penderita kusta ditahirkan dengan minyak, korban sehari-hari juga ditahbiskan dengan minyak, demikian pula dengan korban-korban nazar para penazar juga ditahbiskan dengan minyak.
Minyak bagi orang Israel dilambangkan sebagai anugerah Allah, baik anugerahNya yang umum yang dinyatakan dalam berkat tertentu maupun pemberian karunia-karunia untuk pelayanan tertentu, atau pun untuk anugerah khusus yang dinyatakan ketika Roh Kudus dikaruniakan pada umat-Nya. Minyak dalam tradisi Yahudi juga erat kaitannya dengan sukacita, kemakmuran dan penyucian. Sebaliknya ketiadaan minyakitu penanda duka dan kematian.
Yesus mengumpamakan kehidupan di dunia ini sebagai gadis-gadis yang akan menyongsong mempelai laki- laki. Gadis-gadis yang bijak akan membawa pelita dan minyaknya sedangkan gadis-gadis yang bodoh membawa pelita tetapi tidak membawa minyak. Di Palestina di zaman Yesus setiap orang bepergian dengan membawa pelita pasti membawa persediaan minyak. Minyak minyak dalam tradisi Yahudi melambangkan kesiapsediaan, kehidupan, persembahan terbaik, kesucian, kesembuhan, sukacita dan kebergantungan