Ketika berbicara tentang spiritualitas politik seringkali orang sudah bersikap sinis terlebih dahulu, karena pada umumnya banyak orang yang memahami politik itu sebagai sebuah tindakan kotor, curang, segala macam cara adalah halal, teman bisa jadi lawan dan sebaliknya. Padahal apa itu politik ? Politik sebenarnya bukan hanya masalah tatanan pemerintahan, melainkan apapun yang berkaitan dengan kehidupan bersama, dalam mencapai tujuan, mengatur konflik, serta menyeimbangkan kebebasan dan kepentingan yang berbeda antara individu dan kelompok
Nah pada saat politik diberi muatan spiritualitas maka ini memberi spirit individu dan pemimpin yang berelasi untuk mencari keselarasan antara aspirasi dan tindakan politik dengan prinsip-prinsip etis dan moral, serta mengakui dan menghormati martabat manusia. Spiritualitas politik juga menggarisbawahi pentingnya nilai-nilai seperti kejujuran, integritas, belas kasihan, empati, kesetaraan, dan rasa hormat, rendah hati, refleksi diri.
Sikap Yesus dalam berpolitik nyata ketika la dijebak dengan pertanyaan politis yang beraurakan negatif, “Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” Terhadap pertanyaan itu Yesus justru memberikan jawaban politis pula namun memiliki spirit tersendiri yakni: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Allah telah memberikan kuasa kepada Kaisar Roma, maka Kaisar harus dihormati dan mengembalikan apa yang menjadi kepunyaan Allah, adalah sama dengan melakukan kehendak Allah atau mendahulukan mencari Kerajaan-Nya (Matius 6:33). Kerajaan Allah tidak bersaing dengan kerajaan Kaisar. Mesias datang ke bumi tidak untuk mengambil kuasa Kaisar. Misi Yesus tidak pemah bertujuan sesempit itu! Yesus mau membebaskan manusia dari belenggu dan perbudakan yang bercokol dalam hatinya untuk membukanya bagi kasih kepada Allah dan kasih kepada manusia. Dengan demikian sikap dan tindakan Yesus membawa spirit prinsip-prinsip etis moral: kejujuran, integritas, belas kasihan, empati, kesetaraan, rasa hormat, rendah hati, keadilan sosial persaudaraan. pembangunan manusia. dan