“Bangunlah, ambillah kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu, karena Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang, sudah tidak hidup lagi, ia sudah mati.” 1 Raja-Raja 21:15.
Janganlah berbuat jahat, karena apa yang kita tabur akan kita tuai.Raja Ahab dan Izebel adalah pasangan suami istri yang sehati memilih untuk berlaku jahat di mata Tuhan dan manusia. Selain menyembah kepada berhala dan membunuh nabi-nabi Tuhan, mereka juga sepakat untuk merampas kebun anggur milik Nabot dengan cara yang keji. Kekuasaan dan harta telah membutakan mata hati mereka. Mereka tak sadar bahwa perbuatan jahatnya ini akan mendatangkan kebinasaan di kemudian hari.
Sikap manusia yang menganggap: “tanah ini milikku” bisa berdampak negatif tapi bisa juga positif.
Berdampak negatif apabila manusia bertindak jahat terhadap alam dan lingkungannya. Merasa bisa berbuat apa saja atas tanah dan sumber daya yang ada di dalamnya. Mengeksplorasi tanpa memperhatikan dampak lingkungan hidup yang terjadi. Yang penting cuan, cuan, cuan, yang penting untung besar.
Berdampak positif apabila manusia bertindak baik terhadap tanah dan lingkungannya, merasa memiliki dan menyayangi tanah yang dipercayakan Tuhan kepada kita umat manusia. Maka tanah dan lingkungan kita akan memberikan manfaat bagi hidup kita dan anak cucu kita.
Marilah kita memperhatikan kesehatan tanah dan lingkungan kita agar ekosistemnya boleh terpelihara dengan baik demi keberlangsungan hidup kita sebagai manusia /WS)