Bagaimana perasaan Saudara ketika memberi perintah atau nasihat kepada anak, namun ia mengabaikannya atau membantah? Mungkin ia punya alasan mengapa tidak mau melakukannya. Namun tentu Saudara punya alasan yang lebih kuat bahwa nasihat tersebut demi kebaikan sang anak. Maka terasa menyesakkan jika anak-anak tidak mau memahami alasan kita dan tidak mau taat pada apa yang kita sampaikan.

Kira-kira seperti itu juga perasaan Bapa di Surga ketika kita sebagai anak-anak-Nya sulit untuk menuruti firman-Nya karena kita enggan untuk memahami apa maksud firman-Nya. Perintah yang Tuhan berikan mendatangkan kebaikan bagi kita, yakni agar kita dapat merasakan damai sejahtera di tengah segala kemelut kehidupan (Yohanes 14:27). Memang Tuhan tidak menyingkirkan semua masalah dalam dunia ini karena melaluinya Tuhan justru dapat membentuk kepribadian kita menjadi baik. Banyak manusia menjadi gusar dan kasar karena berusaha menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri. Tapi bagi anak Tuhan yang mau taat, damai sejahtera akan menyelimuti hati dan pikirannya.

Ketaatan pada firman Tuhan bahkan menghantarkan kita untuk dapat menikmati kemuliaan Kota Allah, Yerusalem yang baru (Wahyu 21:10,27). Di sana tidak ada lagi penderitaan dan kedukaan, tidak ada lagi ketidakadilan dan penindasan. Sebab Tuhan Allah menjadi satu-satunya Pemimpin bagi kita, Ia melindungi dan mengaruniakan kebahagiaan. Siapa yang bisa memasuki Kota yang kudus itu? Hanya mereka yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan. Sedangkan orang-orang durhaka yang tidak mau hidup dalam firman Tuhan tidak akan mendapat bagian di dalamnya.

Jangan sampai terlambat. Mari penuhi ajakan Tuhan Yesus untuk tinggal di dalam firman-Nya, “Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan tinggal bersama-sama dengan dia” (Yohanes 14:23). Indah bukan, jika kita dapat selalu bersama Tuhan, baik ketika

masih Ai dunia ini MAN Nanti di Mari salam vana bari /BKS)

You May Also Like

Keluarga Allah yang Menjadi Berkat

Waktu masih kuliah di STT, seorang teman datang kepada saya dengan wajah…

Gereja Dalam Keluarga, Keluarga Dalam Gereja

“Gereja bukanlah gedungnya dan bukan juga menaranya. Bukalah pintunya, lihat di dalamnya.…