Kita masih ingat ketika Tuhan Yesus akan naik ke Surga, la meminta agar para murid-Nya diam di Yerusalem, menantikan kuasa dari tempat tinggi. Sejak saat itu para murid berkumpul dan bersekutu setiap hari, berdoa dengan hati yang terarah kepada Tuhan. Maka setelah 10 hari, inilah akhir dari masa menanti bagi para murid Yesus itu. Pada hari Pentakosta, di mana orang percaya dari berbagai tempat datang ke Yerusalem, di sanalah para murid menerima kuasa Roh Kudus. Orang-orang dari berbagai tempat mendengar murid- murid itu berbicara dalam bahasa dari tempat asal mereka masing- masing. Karya Roh Kuduslah yang memampukan murid-murid itu bersaksi, hingga orang-orang mendengar kabar baik tentang Kristus.

Para murid Yesus bukanlah orang-orang yang paling hebat dalam segala hal. Suatu kali setelah Yesus disalibkan, mereka pernah ingin mundur dari panggilan sebagai penjala manusia dan bersiap untuk kembali menjadi penjala ikan. Para murid Yesus juga bukan orang- orang yang terpandang dan selalu dipercaya. Bahkan terhadap kesaksian mereka di hari Pentakosta itu pun masih ada yang mengejek bahwa mereka mabuk oleh anggur (ayat 13). Selain itu, kisah penyangkalan yang pernah dilakukan oleh Petrus kepada Sang Guru, serta pernyataan Tomas yang tak akan percaya kebangkitan Yesus sebelum melihat sendiri buktinya, selalu melekat juga pada dua pribadi murid Yesus ini, seolah selalu mengingatkan banyak orang tentang titik kegagalan mereka. Di hadapan manusia, mungkin ada banyak hal yang bisa membuat mereka tampak tidak layak untuk sebuah karya besar. Namun demikian, sejak mereka menerima Roh Kudus di hari Pentakosta, semangat mereka dinyalakan untuk melanjutkan kesaksian dan karya kasih melampaui batas-batas / perbedaan daerah, suku bangsa dan bahasa. Ketaatan mereka untuk berdiam di Yerusalem hingga menerima kuasa dari tempat tinggi, membawa mereka untuk terbuka terhadap kuasa Roh Kudus yang memampukan mereka untuk mempersaksikan tentang Kristus di Yerusalem itu, lalu meluas sampai di Yudea, Samaria, hingga ke ujung Bumi.

Sebagai umat Tuhan di masa kini, kita juga diutus untuk mempersaksikan tentang kasih Tuhan mulai dari lingkup terdekat kita, dan terus meluas. Mungkin kita pun merasa tidak mampu, atau tidak layak, karena berbagai kisah hidup kita di masa lalu. Hari ini kita diingatkan bahwa Roh Kudus akan memampukan kita juga untuk

You May Also Like

Bukan Sekedar Pendengar Firman

James Finley masuk ke biara terapis di Kentucky karena mau belajar meditasi…

10Agustus 2014 Iri Hati Memadamkan Cinta Inti Bacaan: Kejadian 37:1-4,12-28

John Stott seorang teolog dan penulis mengatakan, “semua kejahatan di muka bumi…

Menata Hidup Sebagai Imam-lmam Kecil

Martin Luther, reformator gereja abad ke 16 pernah berkata bahwa orang-orang Kristen…