Renungan Minggu

Upah Sedinar Sehari

Berbicara tentang tema kita upah sedinar sehari……… dalam kondisi yang luar biasa dengan adanya wabah yang mengglobal seperti sekarang ini, bagi mereka yang bekerja sebagai pekerja harian untuk mendapatkan uang untuk hari ini saja tidak mudah. Mengapa ? Karena dalam situasi yang sepi ini mana ada orang yang akan memperkerjakan atau memakai jasa pekerja harian karena memang tidak ada yang harus dikerjakan. Seandainya adapun pasti sangat sedikit sekali.

Oleh sebab itu menanti-nantikan pekerjaan atau order seperti ojek online, tentu sangat amat dinantikan agar mereka mendapatkan uang dari hasil kerja mereka hari itu dan dapat menghidupi diri mereka beserta dengan keluarganya. Makanya bagi pekerja harian atau buruh harian mendapatkan pekerjaan pada satu hari itu saja adalah anugerah yang begitu besar yang menggembirakan.

Nah berbicara tentang kerajaan sorga juga adalah sebuah anugerah kira-kira perumpamaan Yesus hampir serupa dengan pekerja harian yang menunggu orderan masuk dalam satu hari itu. Dalam perumpamaan Alkitabnya Tuan yang empunya kebun menawarkan pekerjaan dengan upah sedinar sehari (kalau kita mau kurskan ya sekarang sehari 75- 150 ribu rupiah). Ia mengajak orang yang belum mendapatkan pekerjaan pada pkl. 06.00, 09.00, 12.00, pkl. 15.00 dan bahkan sampai pkl.17.00 sejam sebelum usai jam kerja yakni pkl.18.00. Dalam cerita ini mungkin ada protes yang masuk jam 06.00 dan yang masuk jam 17.00 satu jam sebelum usai kok upahnya sama. Tetapi dari perumpamaan ini Yesus ingin mengajak orang untuk menyadari bahwa kerajaan sorga itu berkembang dengan kemurahan hati Allah. Kemurahan illahi tidak dapat diukur dengan apa yang sudah dilakukan oleh seseorang (sedikit atau banyaknya pekerjaan dan jasa yang sudah dilakukan). Bila diukur dengan cara ini maka perkara kerajaan sorga bisa menjadi ajang transaksi jual dan beli.

Dalam hal ini kita diajak untuk dapat mengerti bagaimana kemurahaan Allah dan anugerah Illahi ketika diberikan bagi setiap orang yang percaya dan mengikut Tuhan seharusnya ia menerimanya dan mensyukurinya. Dan apa yang dapat saudara lakukan sebagai ucapan syukur atas anugerah dan kemurahan Allah dalam hidup saudara ? Jika kita sebagai orang yang beruntung karena anugerah dan berkat dimana kita sehat dan masih dapat hidup dengan apa yang kita miliki, marilah kita dapat berbagi berkat pada orang lain yang mungkin mereka adalah pekerja harian yang hanya berharap dari belas kasihan orang lain dan mungkin itu adalah saudara dan saya. Kita yakin bahwa mungkin juga Tuhan memakai saudara dan saya untuk memelihara hidup mereka. Dengan sikap kita ini maka Kerajaan sorga akan menjadi lebih dekat lebih membumi dan dirasakan oleh dunia sekarang ini …. Tuhan memberkati. (JS)