“Welcome to the Jungle!” bisikan seorang rekan kerja kepada karyawan yang baru saja diterima menjadi pegawai sebuah kantor. Mungkin beberapa di antara kita pernah juga berucap atau mendengar istilah ini. Istilah ini dimaksudkan menjadi sapaan hangat karena memasuki dunia baru yang penuh tantangan bahkan persaingan antar teman di dalamnya. Hari ini menjadi kawan, tapi esok hari bisa menjadi lawan. Saling tusuk dari belakang bisa saja terpelihara. Dan masih banyak lagi yang bisa saja terjadi di dunia tersebut. Hal ini sama di dalam kehidupan kita sebagai seorang pengikut Kristus. Kita diutus ke dalam dunia yang bergulat dengan dosa.
Yesus mengungkapkan bahwa pengikut setia-Nya seperti domba yang tanpa pertahanan berada di tengah- tengah kawanan serigala. Oleh sebab itu, Yesus sebagai Gembala yang baik memerintahkan kepada pengikut- Nya untuk berlaku cerdik seperti ular. Binatang ular yang menunjuk pada perlunya pemikiran yang saksama saat diperhadapkan dengan situasi-situasi yang sulit. Dengan kata lain, mengikut Yesus juga membutuhkan logika, bukan sembarang bertindak! Selain itu, Yesus juga memerintahkan kita untuk tulus seperti merpati. Merpati terkenal sebagai hewan yang murni, lembut dan polos. Kedua binatang ini ingin menunjukkan bahwa sebagai pengikut Kristus, kita perlu memiliki hati yang murni, tetapi juga akal budi yang baik. Keduanya tidak dapat dipisahkan!
(AK)