Pada minggu kedua masa adven ini, kita dibawa pada penghayatan kembali akan makna baptisan. Baptisan adalah tanda/ meterai di mana kita telah mengaku segala dosa dan kelemahan kita dihadapan Tuhan (pertobatan) sekaligus pengakuan iman terhadap Yesus Kristus. Ketika kita memberi dibaptis, artinya kita bersedia menjadi manusia baru yang menghasilkan buah-buah yang sesuai dengan pertobatan (Luk. 3:8).
Menarik apa yang diserukan oleh Yohanes Pembaptis (bnd. Luk. 3:4b-6). Layaknya jalan yang akan dilalui oleh pembesar, jalan tersebut harus diluruskan dan dimuluskan terlebih dahulu. Demikian pula kita dalam menyongsong kedatangan Tuhan. Kita telah dimurnikan bagaikan emas murni di hadapan Allah (bnd. Mal. 3:3). Karenanya kita yang telah memberi diri dibaptis, semakin hari semakin memiliki pengetahuan akan kebenaran dan pengertian kehendak Allah sehingga kita dapat memilih apa yang baik. Sebagai manusia baru-yang telah disucikan, pengetahuan akan kebenaran tersebut menjaga kita tetap suci dan tidak bercacat menjelang kedatangan Kristus yang kedua kali (Fil. 1:9-10). Ingatlah bahwa pengudusan sebagai manusia baru sembari menantikan kedatanganNya yang kedua kali berlaku secara terus-menerus (bnd. Kol. 3:10).
Bagaimana dengan kita saat ini? Baptisan hanya untuk legalitas keanggotaan gereja semata atau meterai nyata sebagai manusia baru dalam Kristus yang menghasilkan buah-buah pertobatan secara terus-menerus? (TBV)

You May Also Like

Undangan Bagi yang Hina dan Tak Layak “…Dalam sekejap aku merasa Tak lagi di pinggir aku berada Di mana aku berada?

Bersama mereka yang disentuh oleh kasih Bapa? Di tengah, di atas, Diangkat…

Beriman Dalam Segala Keadaan

“When peace like a river attendeth my way, when sorrows like sea…

ndh Berpegang pada Firman yang Kekal

Berpegang pada firman Tuhan, mengapa harus dilakukan umat Tuhan? Saat ini kita…