Di padang sunyi aku berdiri,
Lapar dan sepi saling bersekutu.
Langit terasa jauh,
Tanah kering menantang langkah,
Namun di tengah kekosongan itu
Iman justru dipanggil untuk bertahan.
Godaan datang menawarkan jalan pintas:
kenyang tanpa menunggu,
Mulia tanpa luka,
Kuasa tanpa ketaatan.
Semua tampak masuk akal,
Namun tidak semua membawa kehidupan.
Hari ini padang itu bernama pilihan hidup:
Kompromi yang tampak wajar,
Kecepatan yang mengabaikan kejujuran,
Iman yang diuji oleh lelah dan tuntutan.
Namun di tengah dunia yang gaduh,
Harapan tetap menyala
Saat aku memilih setia,
Dan percaya Tuhan masih bekerja.
________________________________________________
Sebuah Puisi kiranya dapat menjadi perenungan kita dalam
menyeberangi padang gurun kehidupan. Kiranya kita tetap
percaya bahwa harapan tetap menyala ketika kita tetap
memilih taat dan setia, meski di tengah lelah dan tekanan
hidup. (ACA)

You May Also Like

Diantara Dua Pilihan : Allah Atau Dunia

Dalam hidup ini ada berbagai pilihan yang harus kita tentukan. Mulai dari…

Kristus Datang untuk Membawa Pemisahan?

Pertanyaan di atas terjawab dalam bacaan Injil Leksionari kita Minggu ini (Lukas…

Berdoa Kepada Allah Dalam Kerendahan Hati

“Connecting People,” demikian semboyan dalam sebuah iklan handphone yang populer pada jamannya.…