Andai ku jadi raja, mau apa tinggal minta
Tunjuk sini tunjuk sana dengan sedikit kata Andai ku jadi raja, punya uang, punya harta Dan yang pasti aku juga akan punya kuasa
Andai aku jadi raja, ku diangkat dielukan Dikelilingi bawahan dan orang-orang suruhan Nikmatnya jadi raja, dengan menjentikkan jari Dan lambaian tangan maka terpuaskan nafsuku
Inilah penggalan dari sebuah lagu tahun 1997 yang dirilis oleh grup musik /rif dengan judul “Radja.” Lagu ini bercerita tentang sebuah bayangan apa yang terjadi ketika seseorang rakyat biasa menjadi seorang raja. Dengan konteks pemerintahan Orde Lama yang pada saat itu terjadi, lagu ini menjadi lagu satir dan sindiran bagi penguasa-penguasa yang menggunakan kekuasaannya dengan semena- mena. Namun, jika kita lihat kembali hidup kita, bukankah kita juga memiliki bayangan yang serupa dengan apa yang dikatakan /rif. Kita bisa saja menggunakan kekuasaan sebagai jalan pemuas hawa nafsu. Kita bisa bertindak tanpa aturan apapun, menjatuhkan orang-orang yang berusaha menyerang kita dengan jentikan jari layaknya Thanos, kita punya harta tak terbatas, dan dipuja banyak orang.
Kekuasaan yang sama lebih lagi dimiliki oleh Raja yang menaiki keledai, tetapi la melupakan segalanya. Ia yang bisa menggunakan kekuasaan-Nya, tetapi memilih untuk terus setia pada jalan rencana-Nya. Ia yang bisa saja menjentikkan jari dan memusnahkan umat-Nya, tetapi justru memilih mengalahkan ego-Nya dan mengasihi manusia.
ALA