Aku hendak menggubah sebuah syair

tapi aku ragu apakah aku harus melakukannya? Waktuku tak banyak, lembar putih ini harus tercoreng Tapi apakah aku bisa menyusunnya:

Kata demi kata, kian demi kian?

Aku ragu, karena menguntai kata tak sukar Tapi mudah merajut makna? Aku ingkar Bagai nama hendak diberi

Bagaimana aku membuatnya jadi?

Aku ragu kalau syair itu berbunyi

kalimat baris berbaris tiada berkhidmat pesan moral berbalik menyerangku sendiri sang empu yang tak empunya hikmat

Aku ragu harus memulai dengan apa

dan mengakhirnya dengan apa

Aku ragu mengisi ruang hampa di tengah-tengah mengakali spasi yang tak boleh berderet dua

Aku terdiam ragu Aku bahkan ragu apakah aku harus terdiam Maka dalam diam aku meragukan aku yang terdiam

Keraguanku menyeretku dari baris pertama sampai di titik ini. … tetapi tidak membawaku ke mana-mana.

Sebuah puisi yang mengajak kita untuk berefleksi tentang keraguan yang buruk, yang bisa membuat kita tidak dapat melakukan apa-apa, atau hilir mudik berbuat banyak tetapi tidak berarti apa-apa, hanya melelahkan dan semakin melemahkan. Datanglah pada Tuhan, teguhkan dirimu, dan nantikanlah Dia! (CPH)

You May Also Like

Yang Kecil Pun Berarti

Tradisi Yahudi masa Israel Kuno menganggap anak sebagai hadiah yang berharga. Memiliki…

Beriman Dengan Sederhana

Seorang pengemis laki-laki duduk meminta-minta di depan gereja. Semua umat yang akan…

Misi Di Era Milenial “Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.” (Roma 10:18b)

Dapatkah Saudara bayangkan bagaimana mewujudkan pernyataan di atas pada masa 2000 tahun…

Hidup Yang Bertanggung Jawab

Ketika berbicara masalah Hidup Yang Bertanggung Jawab, maka kita dapat melihat dinamika…