T ak perlu dinilai orang, akulah yang benar.

| nikah artinya tak ada yang benar sepertiku? A da, hanya mereka yang aku setujui.

D engan demikian, yang berbeda berarti salah. A papun perkataannya: tidak tepat!

T ujuan hidupku adalah keinginanku.

U ntuk apa berpikir tentang kepentingan yang lain? A pakah ada untungnya buatku?

N anti kalau tujuanku tercapai, barulah!

S iapakah yang berani mendiamkanku?

E ntah kemarin, hari ini, atau besok.

L antunan kata-kataku harus jadi nyanyian,

A lunan melodi yang mendikte setiap telinga.

| ngin sebenarnya aku jujur, “Kalian tidak penting!” N amun biarlah mereka sadar dengan sendirinya.

E goku menuntunku sampai di puncak. G emuruh semesta menyorakkan namaku. O h diriku, aku bangga padaku!

Sebuah puisi yang menggambarkan secara gamblang

isi hati seseorang yang dikuasai oleh ego diri. Isi kepalanya, isi hatinya, dan hidupnya hanya diwarnai oleh dirinya dan kepentingannya sendiri. Tidak ada tempat bagi yang lain. Yang berkuasa dan menjadi tuan baginya hanyalah egonya sendiri. Jika sudah demikian, di manakah tempat bagi Tuhan?

Mari kita terus memeriksa diri dan mengalami pertobatan, supaya kita terhindarkan dari kehidupan yang seperti ini. Kiranya Allah selalu menjadi Tuhan dan tuan atas hidup kita, sehingga hati kita dapat membuka ruang untuk mengasihi orang lain, dan juga mengasihi diri kita sendiri dengan baik dan benar. (CPH)

You May Also Like

MEMPERKATAKAN FIRMAN DENGAN BIJAK

Ul 18:15-20, I Kor 8:1-13, Markus 1:21-28 Ketika kita merenungkan tema: “Memperkatakan…

Diberi Berbeda Agar Saling Memperlengkapi

Efesus 4:1-16   Kelima jari yang kita miliki, memiliki nama, bentuk, dan…

1 Batu Itu Sudah Terguling

(Lukas 24:1-12) Dalam dunia yang serba cepat ini, karya dan pencapaian jadi…