Dalam Yesaya 5:1-4 diungkapkan mengenai kekecewaan Tu- han terhadap umat-Nya. Hal ini terungkap melalui gambaran kebun anggur yang telah diperlakukan dengan sangat baik, namun buah yang dihasilkan rasanya asam. Memang pohon anggur bukan tanaman yang mudah untuk bertumbuh dan menghasilkan buah yang manis. Namun dalam konteks ini, Sang Tuan telah memilih tanah yang subur, mencangkulnya supaya gembur dan membuang batu-batunya. Ia juga memilih bibit pilihan yang unggul. Kemudian mendirikan menara jaga untuk mengawasi agar kebun tersebut tidak dirusak oleh hewan buas. Semua hal terbaik sudah dilakukan. Sang Pemilik tinggal menantikan buah yang manis, yang siap diperas dalam lubang tempat pemerasan anggur yang telah dibuatnya pula. Tapi apa mau dikata? Ternyata hasilnya sungguh mengecewakan.
Lantas bagaimana dengan kehidupan kita, baik secara pribadi maupun dalam berkeluarga? Apakah kita telah mempersem- bahkan buah yang manis kepada Tuhan atau justru mengece- wakan-Nya dengan buah yang asam? Tuhan telah mengaru- niakan anggota keluarga yang baik (meski mungkin ada juga yang menyakiti, tapi tentu tidak semuanya bukan?). Tuhan memberi kita kesehatan, kemampuan berpikir dan berkarya. Ia menempatkan kita di sebuah komunitas persekutuan, mem- beri kita kesempatan untuk mendengar finman-Nya, untuk ber- tumbuh dalam iman dan karakter. Masih banyak hal lain yang sudah Tuhan berikan dan lakukan bagi kita. Dan terutama, Ia sudah memberikan nyawa-Nya untuk menebus kita semua. Lalu, buah macam apa yang sudah kita berikan kepada-Nya?
Mari kita instropeksi kehidupan masing-masing. Selama ma- sih ada waktu, mari kita berbenah agar dapat memberikan buah-buah yang manis kepada Tuhan yang telah lebih dulu mengasihi kita. Kita persembahkan pikiran-pikiran yang mu- lia, tutur kata yang membangun, keputusan-keputusan yang bijak, perbuatan yang adil dan penuh kasih, karya-karya yang memberkati. Tuhan Yesus memampukan kita semua.