arsip

Renungan Minggu

This category contains 457 posts

Ayub & Para Sahabatnya: Penghibur Sejati VS Penghibur Sialan

“Sudah jatuh terjepit eskalator”, itulah Ayub. Dirinya menderita lahir batin,  sahabat-sahabatnya datang bukan menghibur,tetapi  malah “menghakimi” Ayub. Dari 4(empat) sahabatnya : Elifas, Bildad, Zofar, dan Elihu,hanya satu yang kemudian menjadi penghibur sejati. Orang itu adalah Elihu, sahabat termuda yang banyak menghibur daripada menuduh. Terbukti, Ayub tidak menyanggah dan Tuhan tidak menegurnya seperti Tuhan menegur tiga … Continue reading »

PAULUS & MARKUS: Tegas Namun Tak Membenci

Kalau Anda pernah menonton acara American Idol,pasti kenal nama : Simon Cowell,  salah satu juri yang menilai kontestannya dengan galak, kritis dan ketus.Pemirsa justru sangat menunggu komentar Simon ini yang “menghakimi”tanpa ampun.Tetapi kontestan yang digalakinya dikemudian hari menjadi orang-orang yang hebat. Dalam hidup ini kadang orang tidak bisa membedakan antara tegas dan galak, membenci dan … Continue reading »

Misi Di Era Milenial

“Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.” (Roma 10:18b) Dapatkah Saudara bayangkan bagaimana mewujudkan pernyataan di atas pada masa 2000 tahun silam? Mungkin pengikut Kristus pada saat itu merasa pernyataan tersebut mustahil terpenuhi. Dengan cara apa menyebarkan firman Tuhan sampai ke ujung bumi?? Sedangkan kondisi saat itu serba terbatas. … Continue reading »

Teologi Disabilitas Dalam Gereja

Saudara lebih suka tinggal di ruang yang sempit atau ruang yang luas? Mestinya sebagian besar orang lebih menyenangi ruang yang luas. Tapi pertanyaan yang lebih penting adalah jika kita memiliki ruang yang luas, siapa saja yang boleh hadir atau bahkan tinggal di sana? Akankah kita kuasai ruangan itu sendiri? Atau kita akan berbagi dengan orang … Continue reading »

Menanam, Merawat, Menuai Di Ladang Tuhan

Diantara tiga kegiatan di atas (menanam, merawat, menuai), manakah yang paling penting? Mungkin kita akan kesulitan untuk memilihnya. Mestinya paling penting adalah menuai, karena kita akan mendapatkan hasilnya. Namun jika tidak ada yang menanam, bagaimana mungkin kita bisa menuai? Atau jika yang paling penting adalah menanam, bukankah kita tidak akan bisa menuai jika tidak ada … Continue reading »

Misi : Kini Dan Di Sini

Bulan Juni ini merupakan Bulan Misi di GKI Peterongan. Berbicara mengenai misi tidak bisa lepas dari pembicaraan akan hatinya Tuhan. Sebab inilah alasan utama mengapa Tuhan memberikan misi kepada umat-Nya. Ia rindu semua manusia diselamatkan. Ia ingin seluruh makhluk mengalami kesejahteraan. Ia mendamba keadilan dan kebenaran ditegakkan di muka bumi. Mengapa? Sebab Tuhan mengasihi manusia … Continue reading »

Menjangkau Melampaui Batas-Batas

Hari ini kita kembali merayakan Pentakosta, hari turunnya Roh Kudus yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus sebelum kenaikan-Nya ke sorga. Pada hari Pentakosta, murid-murid berkumpul di suatu tempat bersama banyak orang percaya. Orang-orang itu berasal dari daerah dan negara yang berbeda-beda, dan berbicara dalam bahasa yang berbeda-beda pula. Dengan kuasa Roh Kudus, para murid Yesus bersaksi … Continue reading »

Mempersembahkan Hidup Untuk Menjadi Saksi

Setelah Tuhan Yesus terangkat naik ke sorga, murid-murid-Nya tinggal bersama menanti Roh Penghibur yang dijanjikan Tuhan. Jumlah mereka kini hanyalah sebelas orang, tanpa Yudas Iskariot. Saat itu mereka bersepakat untuk menunjuk seseorang untuk menggantikan Yudas, agar jumlah mereka tetap duabelas orang. Ada yang menarik dalam proses pemilihan pengganti Yudas ini. Di antara murid-murid lain yang … Continue reading »

Dikuatkan Untuk Membangun Reruntuhan

Reruntuhan – kata ini tidak banyak digemari, apalagi untuk dijadikan gambaran kehidupan. Reruntuhan menggambarkan sesuatu yang pernah berdiri, pernah jaya dan berhasil, namun kini tidak lagi – karena semua telah runtuh. Yang tertinggal hanyalah kenangan, disertai kesedihan saat melihat puing-puing. Itulah reruntuhan. Dalam sejarah, bangsa Israel pernah mengalami “keruntuhan”. Mereka yang pernah termasyur di masa … Continue reading »

Diteguhkan Untuk Berani Menerima Tanggung Jawab

Setiap orang memiliki tanggung jawab, baik secara personal di hadapan Tuhan, maupun secara komunal dengan pertanggungjawaban yang harus dinyatakan di hadapan sesama. Sayangnya, ada banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang tidak peduli dengan tanggung jawabnya, misalnya kemalasan, kegagalan di masa lalu, pengalaman kehilangan, ketiadaan dukungan, serta perasaan terlalu nyaman dengan rutinitas sebelumnya sehingga tidak ingin … Continue reading »