(Yakobus 1:12–18)

Sesudah Natal, ketika euforia perayaan mulai mereda, kita kembali berhadapan dengan realitas hidup sehari-hari. Di sinilah keinginan sering berbicara paling keras. Yakobus mengingatkan bahwa pencobaan tidak datang dari Allah, melainkan lahir dari keinginan kita sendiri yang dibiarkan tumbuh tanpa kendali. Keinginan yang tidak dijaga dapat menyeret manusia pada dosa dan kehancuran.

Hari-hari ini kita melihat betapa banyak orang terjerat pinjaman online dan judi online. Awalnya terlihat sebagai jalan keluar cepat: kebutuhan mendesak, harapan memperoleh uang instan, atau keinginan menyelamatkan keadaan. Namun ketika keinginan mengalahkan pertimbangan iman dan akal sehat, logika pun lumpuh. Keinginan yang tampak “baik” dapat berubah menjadi jerat yang memperdalam masalah dan melukai kehidupan.

Yakobus menegaskan bahwa setiap pemberian yang baik dan sempurna datang dari Allah. Artinya, hidup kita tidak ditopang oleh jalan pintas, melainkan oleh kesetiaan Tuhan. Mengendalikan keinginan bukan berarti mematikan harapan, tetapi menata hidup dengan rasa syukur, mencukupkan diri, dan mencari jalan yang benar serta bertanggung jawab.

Keinginan yang dikendalikan oleh iman menuntun pada kehidupan, tetapi keinginan yang dibiarkan liar akan menjauhkan kita dari berkat Tuhan. (EBWR)

You May Also Like

Datang Untuk Menyembah

Biasanya saat kita menempuh perjalanan untuk menuju ke suatu tempat yang jauh,…

Setia Meski Jalan Berliku

Jika kita membaca Kejadian 41:38-43, hidup Yusuf tampak seperti kisah yang berkilau.…

Serukan Suara Kenabian

Menyerukan suara kenabian, kita bisa belajar banyak dari sikap Yesus. Ketika Yesus…