GKI Peterongan

Dipanggil Untuk Memerdekakan

Hudson Taylor adalah misionaris ke pedalaman Tiongkok. Saat perjalanan dari Shanghai ke Ningpo tiba-tiba ia mendengar ada sesuatu tercebur ke laut. Ia berlari ke geladak dan melihat Min tak ada di sana. Dalam keadaan bingung sementara mencari-cari, ia melihat para nelayan yang memiliki jala tarik – alat yang tepat untuk digunakan saat itu. ‘Datanglah kemari. Tariklah jalamu melewati tempat ini. Ada orang tenggelam di sini’ seru Taylor. ‘Ven bin (peduli amat) itu pekerjaan tak menyenangkan’ jawab para nelayan itu. ‘Jangan bicara tentang menyenangkan. Datanglah segera kalau tidak akan terlambat’. ‘Kami sibuk menangkap ikan’. ‘Tinggalkan dulu, saya akan membayarmu’. ‘Berapa banyak yang kau akan berikan?’. ‘Lima dollar, tapi jangan diam saja’. ‘Terlalu sedikit, kami tak akan datang kalau kurang dari tiga puluh dollar. ‘Saya tak punya uang sebanyak itu tapi saya akan memberikan semua yang saya miliki’. ‘Berapa jumlahnya?’. ‘Kira-kira empat belas dollar’. Dengan jumlah itu mereka dengan terpaksa menarik jalanya tetapi semua usaha Taylor untuk menyelamatkan Min, sia-sia.
Mungkinkah di muka bumi ini banyak orang acuh tak acuh dan mementingkan diri sendiri? Mungkin kita mencela nelayan-nelayan itu. Tetapi bagaimanakah sikap kita dengan jutaan manusia yang berjalan kepada kebinasaan dan terbelenggu oleh dosa? Mereka ‘tenggelam’ ke dalam keputusasaan dan keterasingan. Mereka dipenjarakan dan terbelenggu oleh dendam, kemarahan dan penderitaan.
Seperti Yusuf yang menyelamatkan keluarganya dari kelaparan dan kematian demikianlah kita harus bersikap. Yusuf punya alasan untuk bersikap tidak mau tahu atas apa yang menimpa saudara-saudaranya karena perlakuan mereka kepadanya tetapi ia tak melakukannya. Yusuf tak sekedar menyelamatkan mereka dari kelaparan tetapi juga memerdekakan mereka dari rasa takut dan rasa bersalah yang mendalam.
Kristus telah memerdekakan kita dari segala bentuk perbudakan. Tugas yang sama diberikan kepada kita sebagai orang percaya untuk menyampaikan pembebasan dan memerdekakan yang terbelenggu oleh dosa dan berbagai persoalan. Tak sekedar dengan kata tapi tindakan nyata. Kita dipanggil untuk itu karena itu pedulilah jangan mementingkan diri sendiri. – PRB

Pieter Randan Bua

Pieter Randan Bua