mendidik, membimbing, mengajar dan membawa jemaat kepada pengenalan akan Firman Tuhan, sehingga jemaat menuju pada satu tujuan yaitu bertumbuh ke arah Dia.

Di dalam Yohanes 101: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa yang masuk ke dalam kandang domba tanpa melalui pintu, tetapi dengan memanjat dari tempat lain, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok.”

Gembala yang sejati berbeda dengan pencuri. Pencuri tidak pemah peduli kesejahteraan para domba. Pencuri hanya berusaha untuk mengambil dan merampok apa yang bisa dia rampas dari para domba. Gembala yang sejati berusaha untuk memberi perhatian agar para domba-Nya mengalami damai sejahtera.

Ketika Yesus mengatakan “Akulah gembala yang baik“ maka hal penting yang ingin disampaikan Tuhan Yesus adalah bahwa Dia mengasihi dan menyayangi umatNya.

Yesus menggembalakan umat bukan dengan mengalahkan musuh melalui keperkasaan-Nya tetapi dengan cara memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya.

Pada saat Tuhan Yesus menyatakan Diri-Nya: “Akulah Gembala yang baik,” ini berarti Yesus menyatakan ada kualitas tertentu yang dimiliki oleh Sang Gembala tersebut sehingga Ia disebut sebagai “Gembala yang Baik.”

Gembala yang baik itu mengenal domba-domba-Nya dan rela berkorban. Itu berarti sebagai gembala kita dituntut bukan sekedar tahu tapi berusaha untuk membangun relasi agar kita boleh mengenal, mengetahui keadaan dan kebutuhan domba- domba-Nya dan ada kerelaan berkorban. (WS)

You May Also Like

Penyertaan Allah Trinitas

Pengajaran Kristen tentang Allah Trinitas adalah salah satu topik yang kontroversial. Sayangnya,…

Persiapkanlah Jalan bagi Tuhan

Sebagai pengguna jalan, tentunya kita akan merasa terganggu apabila ada pembangunan atau…