GKI Peterongan

Condong Hati

Hidup sebagai anak Tuhan tidaklah mudah, untuk hidup dalam ketaatan perlu perjuangan agar tetap teguh.
Minggu lalu kita belajar bahwa Tuhan mengingatkan Salomo agar hidup dalam Ketaatan.
Hidup dalam ketaatan menghadapi banyak tantangan dan godaan. Hati yang semula lurus tidak dijamin akan terus lurus seumur hidup. Butuh perawatan yg baik oleh pemiliknya. Terlebih hidup di jaman sekarang ini begitu banyak godaan di sekitar kita, bila kita tidak berhati-hati maka kita bisa condong hati ke ilah-ilah lain di sekitar kita.

Merawat hati memerlukan ketegasan untuk hidup berdasarkan prinsip firman Tuhan.
Dalam Minggu ini Kita kembali belajar dari kisah hidup raja Salomo. Ia adalah seorang raja yang melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat. (1 Raja-Raja 10:23); hikmat, kekayaan, kekuasaan dan popularitas Salomo benar-benar tak tertandingi oleh raja mana pun yang ada di dunia. Pohon semakin tinggi akan semakin besar pula angin yang menerpanya. Semua itu membuat Salomo lupa diri dan kian terlena; harta, tahta dan wanita secara perlahan telah mengubah arah hidupnya. Hatinya mulai berubah! Ia tidak lagi mengindahkan perintah Tuhan.
Mengapa Salomo menjadi seperti itu? Semua itu berawal ketika ia “…mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het,” (ayat 1). Semua menyebabkan Salomo menjadi goyah imannya dan hatinya menjadi condong kepada ilah-ilah mereka.
Marilah dengan hati yang penuh ketaatan disertai permohonan kepada Tuhan agar senantiasa meneguhkan hati kita agar kita tetap menjadi anak-anakNya yang setia. Kalau hati kita condong , biarlah condongnya kepada Tuhan.

Pdt. Em. Wibisono Siswanto

Pdt. Em. Wibisono Siswanto