GKI Peterongan

Ayub dan Para Sahabatnya Penghibur Sejati VS Penghibur Sialan

“Sudah jatuh terjepit eskalator”, itulah Ayub. Dirinya menderita lahir batin,  sahabat-sahabatnya datang bukan menghibur,tetapi  malah “menghakimi” Ayub. Dari 4(empat) sahabatnya : Elifas, Bildad, Zofar, dan Elihu,hanya satu yang kemudian menjadi penghibur sejati. Orang itu adalah Elihu, sahabat termuda yang banyak menghibur daripada menuduh.

Terbukti, Ayub tidak menyanggah dan Tuhan tidak menegurnya seperti Tuhan menegur tiga sahabat yang lain karena tidak berkata benar tentang apa yang sedang dilakukan Allah terhadap Ayub (Ayub 42:7).

Demikianlah kita bisa melihat mana penghibur sejati dan mana penghibur sialan (Ayub 16: 1-22).

Apa yang sebaiknya kita lakukan ketika menjumpai orang lain atau saudara seiman yang sedang dalam penderitaan? Mencari sebab dan akibat, atau menghubungkannya dengan dosa dan hukuman Allah?  Bagaimana kita menjadi penghibur sejati bagi mereka yang sedang membutuhkan perhatian  kita ?

*Berilah nasihat yang berkualitas. Tidak menilai negatif terhadap apa yang sedang dialami orang lain. Sahabat-sahabat Ayub telah menghakimi dengan : Tuduhan, kritik negatip,intimidasi, dan mencari sebab dan akibat.  Nasihat dan hiburan klise tidak membuat orang lain menjadi kuat tetapi malah lebih menderita (ay.6).Biarkan orang yang kita beri perhatian itu berbicara; bukan kita yang berceritera banyak.

*Berempati bukan memaksakan diri masuk kedalam diri orang lain. (ay.3-4). Berceritera tentang pengalaman pribadi, memberitahukan obat yang lebih mujarab dan diluar konteks akan membuat orang yang kita hadapi merasa menjadi “obyek” bukan “subyek” yang seharusnya didukung, dan dikuatkan imannya. Nasihat yang terbaik adalah dari Firman Tuhan.

*Jadilah pembimbing rohani, bukan pembimbang iman. Penghibur sejati membimbing orang lain kepada Tuhan, bukan membuat orang menjadi bimbang dan ketakutan. Tuhan membentuk kita dengan pengalaman yang berbeda antara seorang dengan yang lain. Ayub akhirnya menyadari bahwa yang bisa mengerti pergumulannya hanya Allah yang di sorga:” Saksiku ada di sorga” (ay 19).Berempati secara rohani sama dengan mengarahkan hati seseorang kepada Allah yang hidup. Amin.(AGP)

PENGHIBUR SEJATI
MEMBIMBING ORANG MENGERTI KEHENDAK ALLAH.
PENGHIBUR SIALAN
MENINGGALKAN PESAN TANPA KESAN.

Pdt. Em. Andreas Gunawan

Arsip