Perang AS-Israel melawan Iran telah mengguncang kehidupan dunia, terutama terkait kebutuhan minyak. Ada banyak prediksi terkait kesulitan yang akan terjadi di depan mata. Bukan hanya pada sektor transportasi, tapi juga pada perdagangan, pariwisata, pendidikan, dsb yang ujung-ujungnya berimbas pada kehidupan ekonomi dan stabilitas keamanan nasional. Ya, kehidupan sedang tidak baik-baik saja. Takut? Jangan. Waspada? Harus.
Karena faktanya dari masa ke masa, selalu ada saat di mana kehidupan tidak baik-baik saja. Ada saja tekanan berat yang harus dipikul manusia. Ada yang berhasil melaluinya, ada yang gagal. Ada yang bertumbuh, dan ada yang terpuruk. Kita dapat belajar dari kehidupan bangsa Israel di masa lampau, bagaimana saat mereka menghadapi masa-masa kelam dalam hidupnya.
Bangsa Israel yang memberontak kepada Tuhan pada akhirnya harus menanggung hukuman, dibuang ke Babel. Menjadi rakyat jajahan di tanah asing. Jauh dari kebebasan dan kenikmatan, serba terbatas dan menderita. Seakan tidak ada pengharapan lagi untuk dapat menghirup udara bebas. Hidup tidak lagi terasa hidup, semuanya kering dan sia-sia. Tuhan pun memperlihatkan kepada Nabi Yehezkiel tentang kondisi batin umat Israel. Dalam sebuah penglihatan, Tuhan menunjukkan bahwa jiwa umat-Nya seperti tulang-tulang yang sudah kering (Yehezkiel 37:1-2). Tidak ada daya, semuanya terlambat karena tidak ada lagi pertolongan yang dapat diupayakan. Sudah mati, sudah kering.
Namun Tuhan menunjukkan kuasa-Nya yang sanggup menghidupkan kembali tulang-tulang kering itu. Ia menumbuhkan urat, daging, kulit, dan menghembuskan nafas hidup sehingga tulang-tulang itupun bangkit dan hidup kembali (Yeh 37:3-14). Nubuatan itu tergenapi saat akhirnya umat Israel dibebaskan dan dapat kembali ke tanahnya sendiri. Kondisi yang serupa tapi tak sama dengan kita yang mungkin sedang lesu dan tak lagi berpengharapan. Percayalah, Tuhan tidak tinggal diam. Kasih-Nya jauh melampaui dosa-dosa kita dan kuasa-Nya melebihi tangan besi manapun. Tuhan akan membangkitkan daya kita dan memulihkan kehidupan umat-Nya. Terpujilah Tuhan. (RKG)