“Aturan dibuat untuk dilanggar.” Pernyataan tersebut muncul sebagai bentuk sindiran terhadap pemberlakuan hukum di negeri ini. Di satu sisi ada begitu banyak masyarakat yang suka melanggar hukum, namun di sisi lain tidak ada tindakan tegas terhadap para pelanggar ini. Akibatnya makin banyaklah orang yang merasa bebas untuk melanggar. Bukan saja terjadi di kalangan orang dewasa, bahkan anak-anak pun sudah mulai berani untuk melanggar aturan di rumah atau di sekolah.

Lantas bagaimana sikap kita terhadap hukum Tuhan? Apakah kita juga terdorong untuk selalu melanggarnya? Banyak orang berusaha untuk menghindari ketaatan terhadap hukum atau firman Tuhan, karena merasakannya sebagai beban yang berat. Manusia cenderung melihat aturan dan ajaran itu sebagai belenggu yang membuatnya tidak bebas serta terlihat konservatif. Namun apakah memang benar demikian?

Paulus mengatakan kepada Timotius bahwa firman Tuhan dapat memberi hikmat dan menuntun kepada keselamatan oleh iman kepada Yesus, lalu bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran, sehingga dengan demikian manusia yang menaatinya dapat melakukan segala perbuatan baik (2 Timotius 3:15-17). Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan memberikan firman- Nya bukan untuk membebani manusia, melainkan malah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

Kebebasan memang menyenangkan. Tapi apa artinya jika hidup bebas sebebas-bebasnya justru membuat pribadi kita nampak buruk di hadapan manusia dan terlebih lagi di hadapan Tuhan? Tidak ingatkah kita bahwa Tuhan Yesus suatu saat akan datang kembali ke dunia untuk meminta pertanggungjawaban atas semua perbuatan kita? Maka bersyukurlah jika Ia tidak membiarkan kita meraba-raba mencari tahu sendiri bagaimana caranya menjalani hidup yang baik, tapi la bersedia menunjukkan jalan bagi kita

You May Also Like

Kristus Raja di Atas Segala Raja

Kita tentu pernah mengenal lagu sekolah minggu yang liriknya demikian: AKU ANAK…

Tetap Menjadi Berkat Meski Terhambat

Siapa manusia yang tidak ingin hidupnya diberkati Tuhan ? Setiap orang tentu…

Dipanggil Menjadi SaksiNya

“Para Pencari Tuhan”, sinetron religi yang tayang di televisi swasta tahun 2007,…

Ayo Nyoblos…….

Tahun 2024 adalah tahun politik bagi bangsa Indonesia, karena pada tahun ini…