Godaan merayu meneteskan gula di kala sayu Untunglah Kalam mendayu, menghenyak ragu Hantarkan diri terpancang kokoh sepanjang selalu
Sebuah puisi konkret yang saya beri judul “Tegak Berdiri Di Sisi” ini sengaja dibuat dengan tipografi visual seperti sebuah tembok yang runtuh atau tanah yang longsor, untuk menggambarkan tantangan yang seringkali menghadang umat percaya di masa yang akan datang atau bahkan di zaman akhir. Persis seperti nubuat Yesus mengenai Bait Suci yang akan diruntuhkan, menjadi tantangan iman tersendiri bagi pengikut Yesus di era berikutnya. Akan tetapi, iman yang teguh selalu membuat kita dapat tegak berdiri, bertahan menghadapi tiap tantangan dan godaan. Ia bagai tiang pancang yang kuat memegang seluruh bangunan. Maka setiap huruf pertama tiap baris yang membujur di sisi kiri dari atas ke bawah menyusun sebuah frasa: “Iman yang Teguh”.
Maka pesan buat kita sekalian: apapun yang terjadi, walau impian memudar, walau masa depan semakin suram, segala sesuatu luluh lantak, jangan menyerah. Bertahanlah dalam Kristus, berpeganglah