Corrie ten Boom lahir tanggal 15 April 1892 di Belanda. Ia mewarisi usaha keluarga sebagai pembuat jam. Saat berusia 48 tahun, Corrie melihat penganiayaan yang dilakukan Nazi terhadap orang-orang Yahudi yang tinggal di Belanda. Hatinya tergerak untuk melakukan sesuatu supaya dapat menyelamatkan orang-orang Yahudi. Maka ia menyampaikan rencana tersebut kepada ayah dan saudara-saudaranya. Mereka pun setuju melakukan rencana Corrie, yaitu menyembunyikan orang-orang Yahudi yang masuk ke rumah mereka. Jika situasi sudah aman, maka mereka akan mengantarkan orang-orang tersebut ke tempat pengungsian lain yang aman. Demikian seterusnya hingga para Yahudi itu selamat. Total orang Yahudi yang diselamatkan Corrie sekitar 800 orang.

Hingga akhirnya ada seorang pengkhianat yang melaporkan kepada Gestapo (polisi rahasia Nazi) tentang kegiatan keluarga Corrie ini. Akibatnya mereka semua ditangkap dan dimasukkan ke dalam kamp konsentrasi di Jerman (penjara yang didirikan Nazi bagi orang Yahudi dan para pemberontak). Sudah dapat dibayangkan bagaimana kejamnya para tentara Nazi menindas mereka. Ayah dan beberapa saudara Corrie meninggal di dalam kamp itu karena tidak tahan dengan penderitaan yang dialami. Namun Corrie bertahan. Pada akhir tahun 1944 secara ajaib namanya termasuk dalam daftar orang yang harus dibebaskan dan ia dapat kembali ke Belanda.

Pada tahun 1947 ia bertemu dengan seorang pria yang ia kenali sebagai salah satu penjaga terkejam di kamp Nazi. Pria itu mengatakan dirinya sudah bertobat dan menjadi Kristen. Ia bermaksud meminta pengampunan dari Corrie. Sulit bagi Corrie untuk memaafkannya karena segala penderitaan yang dialaminya segera melintas lagi. Namun Corrie memutuskan untuk memaafkannya. Ia berujar “Tidak ada luka yang begitu dalam yang tidak dapat dijangkau oleh kasih Allah.” Ya, Corrie telah belajar mengasihi sebagaimana begitu besarnya Allah mengasihi manusia berdosa, alih-alih menghakimi dan menghukumnya (Yohanes 3:16-17).
(RKG)

You May Also Like

Open House

Kita pasti pernah mendengar istillah “Open house.” Bagi beberapa orang, kegiatan open…

Bersyukur dan Berbuah – ( dalam Kemurahan Allah

| Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Ungkapan itu menunjukkan betapa l…

Dipulihkan untuk Kembali dalam Rencana Allah

Menurut para penafsir bahwa pertanyaan Yesus yang diulang tiga kali, ‘Simon anak…

Pa Ya aa PE ‘ALLAH ditengahperubahanzaman —— NiwikerasaaNn Mempersembahkan Hidup Kepada Allah

Dalam kondisi seperti apakah kita dapat memberi persembahan kepada Allah? Mungkin kita…