Renungan Minggu

Kebangkitan: Perjumpaan Yang Tak Terduga Dengan Allah

Para murid memiliki harapan yang besar kepada Yesus. Mereka meninggalkan segalanya untuk mengikut Dia. Tetapi ketika Yesus ditangkap dan kepada-Nya difitnahkan hal – hal yang tidak benar. Bahkan akhirnya disiksa secara tidak manusiawi hingga mati dan dikuburkan, Yesus tak melakukan apa pun selain pasrah tak berdaya. Akibatnya para murid kecewa, kehilangan harapan dan lari ketakutan. Harapan itu semakin sirna ketika batu besar digulingkan ke liang kubur-Nya dengan penjagaan serdadu tentara. Rempah – rempah pun disiapkan untuk jenazah Sang Guru membuktikan bahwa di hati mereka tak terbesit sedikit pun bahwa Yesus akan bangkit.

Kematian Kristus menyebabkan  para murid tercerai berai; ada yang bersembunyi karena takut, ada yang kembali ke pekerjaan semula dan ada pula yang memilih pulang kampung. Peristiwa mengenaskan yang dialami Sang Guru menyebabkan mereka lupa dengan apa yang pernah dikatakan-Nya. Termasuk perkataan-Nya yang mengatakan bahwa Ia akan bangkit pada hari ketiga setelah kematian-Nya. Padahal Yesus lima kali mengucapkan hal itu sebelum ia mati. Namun para murid melupakannya hingga malaikat harus mengingatkannya kembali. Lukas 24:8,’Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu’.

Mendapat informasi bahwa Yesus telah bangkit para murid yang terdiri dari perempuan – perempuan itu segera bergegas pergi membawa kabar mengejutkan itu untuk disampaikan kepada murid – murid yang lain. Di tengah perjalanan secara tak terduga Yesus menjumpai mereka dengan ucapan, ‘Salam bagimu’. Sebelum Yesus naik ke sorga mereka berulang – ulang kali berjumpa dengan-Nya.

Sementara imam – imam kepala yang juga mendengar kabar tentang kebagkitan Yesus berusaha menutupinya dengan menyuap para pasukan agar berbohong bahwa jenazah Yesus dicuri para murid. Dengan sejumlah uang para serdadu itu berbuat seperti permintaan para imam – imam. Mereka menutupi dan membelokkan cerita tentang kebangkitan Yesus.

Kita sebagai orang percaya menerima dan memercayai bahwa Yesus telah bangkit. Seperti kesaksian kitab suci bahwa Ia bangkit, menampakkan diri kepada para murid berulang – ulang dan kepada lebih dari lima ratus orang sekaligus sebelum Ia naik ke sorga.  Perjumpaan secara pribadi dengan Yesus tentulah hal yang tidak kita duga sebelumnya. Kita yang berdosa dijumpai- Nya dan diberinya dami sejahtera. Karena itu pilihan ada ditangan kita menceritakan kebangkitan Kristus itu kepada orang lain atau menutupinya? Tetapi hanya kepada mereka yang pergi menceritakan kebangkitan-Nya yang akan dijumpai-Nya dan memberikan-Nya damai sejahter. – PRB