Karena kota yang indah ini tidak akan ada lagi

Saat itu,

Kakiku berat, langkahku lunglai

Walau orang-orangnya senang bertikai Kenikmatan kota ini sungguh membuai

Dan saat ini,

Semuanya sudah terlambat bagiku Mataku terus menatap masa lalu Karena tubuhku kini terdiam kaku

Saya membayangkan kira-kira seperti itulah penyesalan istri Lot. Bukan berarti semua masa lampau itu buruk, tetapi berhati-hatilah agar jangan terus menoleh ke belakang ketika Tuhan menyuruh menatap masa depan.

Jadi pastikan ini: setiap kenangan, kebaikan yang pernah kita rasakan, kejayaan yang boleh kita raih dulu, jangan pernah jadi jangkar yang membuat kita tertambat dan tidak bergerak ke mana-mana. Sebaliknya, jadikan semua itu sebagai alasan untuk terus meyakini bahwa segala yang baik tidak hanya ada di masa lalu, tetapi juga di saat ini, esok dan seterusnya. Karena Tuhan adalah setia, dan Ia senantiasa menunjukkan kasih setia-Nya kepada setiap orang yang berharap pada-Nya. (XND)

You May Also Like

PAK . (49) 0410070 mail : gkipeterongan@gmail.com Vebsite : www.gkipeterongan.org Allah Orang yang Hidup S’bab Dia hidup ada hari esok S’bab Dia hidup ‘ku tak gentar Kar’na ‘ku tau Dia pegang hari esok Hidup jadi berarti s’bab Dia hidup

Jari Anda tentu mengenal lirik lagu tersebut. Namun tahukah andung di dalamnya?…

Bekerjalah, Untuk Makanan Yang Tidak Binasa

Hidup tanpa Yesus seperti donat; ada lubang di tengahnya. Demikianlah sepenggal lirik…

Misi Allah Tritunggal

Dalam Minggu Trinitas ini kita diajak memahami tentang Misi Allah Tritunggal (Bapa,…

Semua yang Dijadikan-Nya Sungguh Amat Baik

Kejadian 1:1-27, 31, Mazmur 148 Suatu hari anak kami sedang belajar dan…