Karena kota yang indah ini tidak akan ada lagi
Saat itu,
Kakiku berat, langkahku lunglai
Walau orang-orangnya senang bertikai Kenikmatan kota ini sungguh membuai
Dan saat ini,
Semuanya sudah terlambat bagiku Mataku terus menatap masa lalu Karena tubuhku kini terdiam kaku
Saya membayangkan kira-kira seperti itulah penyesalan istri Lot. Bukan berarti semua masa lampau itu buruk, tetapi berhati-hatilah agar jangan terus menoleh ke belakang ketika Tuhan menyuruh menatap masa depan.
Jadi pastikan ini: setiap kenangan, kebaikan yang pernah kita rasakan, kejayaan yang boleh kita raih dulu, jangan pernah jadi jangkar yang membuat kita tertambat dan tidak bergerak ke mana-mana. Sebaliknya, jadikan semua itu sebagai alasan untuk terus meyakini bahwa segala yang baik tidak hanya ada di masa lalu, tetapi juga di saat ini, esok dan seterusnya. Karena Tuhan adalah setia, dan Ia senantiasa menunjukkan kasih setia-Nya kepada setiap orang yang berharap pada-Nya. (XND)