sah bertobat. Pernyataan ini seakan kontradiktif tetapi mengandung y merasa hidupnya sudah cukup baik menurut pandangan pribadinya. berderma, dan jujur. Sehingga apabila kita mengamati hidup mereka, ska tidak perlu anugerah Tuhan untuk meraih keselamatan sorgawi. eka juga berpendapat sama, bahwasanya merekatidak ‘membutuhkan’ mereka merasa sudah cukup baik untuk meraih keselamatan sorgawi.
mungkin juga dapat terjadi pada diri kita. Ketika kita merasa diri kita kelupakan bahwa kita masih sangat membutuhkan anugerah Tuhan. a harus hidup kudus seperti Allah yang kudus (1 Pet 1:14-17). Standar smpurna sebenarnya jauh melampaui standar kekudusan yang kita mua pasti tercemar dosa (Rom 3:23), mustahil bagi kita untuk meraih n penebusan yang sempurna (1 Pet 1:18-19). Inilah kebenaran yang cemarnya kita dalam sudut pandang kekudusan Allah — dan betapa yang ditunjukkan kepada kita melalui pengorbanan Yesus Kristus.
juga kita baca dari kisah perjalanan dua murid Yesus ke Emaus (Luk bersama Yesus, mendengarkan sendiri pengajaran-Nya, menyaksikan zat yang dilakukan-Nya. Tetapi justru ketika puncak karya kasih-Nya nahaminya! Bahkan mereka tidak percaya Yesus sudah bangkit dan am kesedihan dan keputusasaan, karena apa yang diharapkan seakan pi apa yang diperbuat Yesus terhadap mereka? Yesus dengan sabar ah mereka, membimbing dan mengingatkan mereka akan pengajaran- ya berkenan untuk menampakkan diri kepada mereka! Hati mereka ah memahami anugerah Kristus. Terpujilah Kristus yang tidak pemah ja kita yang lemah ini!
eharusnya kita, dengan karya Roh Kudus kita dimampukan memahami ya kita bertobat dan berubah – meninggalkan jalan hidup kita yang lama