yang lalu, saya terjebak dalam sebuah situasi yang mengerikan. tumpangi terjebak badai di tengah laut Jawa, ketika sedang | Banjarmasin menuju ke Surabaya. Gelombang setinggi 4 ingkali memukul badan kapal. Kapal miring ke kanan dan ke ngan pandangan garis cakrawala. Semua perabot dalam kapal h kemiringan kapal. Penumpang panik, kekacauan terjadi ketika t dibagikan. Besar kecil, laki-laki perempuan, semua menjerit eritan doa minta keselamatan terdengar dimana-mana
kutan dan putus asa mereka hampir membuat saya terbawa lombang laut yang kami lihat di kaca jendela kapal sungguh ya kalau tercebur di sana, sepandai apapun saya berenang pasti srbayang berbagai adegan mengerikan apabila kapal ini benar- r penderitaan terkatung-katung di tengah laut mulai menghantui. nulai merenggut rasa damai sejahtera. Tawar hati adalah sebuah langan semangat untuk melanjutkan kehidupan. Ketika itu terjadi, ran akan menggantikan semangat, dan menguasai seantero ak kebahagiaan kita.
an, ketidakberdayaan itu justru membuat saya berserah. Doa 1 terucap perlahan dalam hati, walau awalnya dalam keraguan, ‘akinan. Keyakinan dalam iman, bahwa apapun yang akan terjadi, 3 percaya selalu memberikan yang terbaik bagi saya. Keyakinan uah pengharapan.
ini pula yang tersirat dan tersurat dalam bacaan kita hari ini. Lewat Paulus menceritakan keyakinan sikapnya dalam menghadapi yang dideritanya saat itu tidak berarti dibandingkan kemuliaan/ g akan diterima nanti bersama (2 Kor. 4:13-5:1).
1g sama, bahwa apapun yang terjadi, kasih karunia Allah nyata renebus dan menyelamatkan saya, dan menyediakan tempat g kekal (2 Kor. 5:1). Ditengah keriuhan dan kepanikan, akhirnya ng, mempercayakan seantero kehidupan kepada besar kuasa puluh duajam kapal terkatung-katung di tengah laut Jawa, sampai
MN aa Aa Ae KA ea AN AE AN