rja dari pagi sampai petang. Malamnya kumpul bareng u beribadah di gereja. Rutin. Suatu hari anda meninggal. Yesus, Ia berkata: “Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu ab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan… . kamu tidak memberi Aku pakaian: ketika Aku sakit dan tidak melawat Aku!” Bayangkan: bagaimana reaksi anda? ! “Lho, Tuhan, kog begitu? Seumur-umur memang saya Injung ke penjara, memberi makan anak jalanan atau ‘a. Tetapi saya ‘kan hidup baik-baik dan beriman? Kenapa
takan Mat 25:31-46, pasti banyak orang Yahudi juga kaget. hwa di pengadilan terakhir, Sang Raja akan menghukum ta karena berbuat jahat, tetapi karena cuwek pada orang In sering membius kita menjadi cuwek. Lupa bahwa di ang yang menderita karena dipandang hina. Entah karena terbelakang mentalnya, diolok-olok karena mereka banci, lain. Sering kita merasa “tidak terpanggil” untuk hadir bagi mbangun tembok agar sebisa mungkin tidak bersentuhan 1 pikir, soal mempedulikan mereka itu tugas pemerintah, iwan atau psikolog.
ternyata ada di tengah mereka yang hina. “Apapun yang « mereka yang hina, kamu melakukannya untuk Aku,”
tiap kita dipanggil menjadi pemimpin yang pro-aktif. ahabat bagi orang yang dipandang hina. Menemani, bukan anggilan tiap Kristen. Limpahnya berkat Tuhan baru anda