Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai sosok-sosok pemimpin. Ada yang menjadi pemimpin dalam keluarga alias kepala keluarga, ada yang menjadi ketua kelas atau ketua organisasi. Ada pula yang menjadi manager dalam suatu perusahaan. Para pemerintah Indonesia juga merupakan para pemimpin yang bertugas memberlakukan kebijakan yang menyejahterakan rakyat.
Seorang pemimpin harus memiliki kebijaksanaan, integritas, dan hati yang terarah kepada Allah. Bacaan Injil pada minggu ini menceritakan para pemimpin agama Yahudi — yaitu orang-orang Farisi dan beberapa ahli Taurat — yang melihat murid-murid Yesus makan dengan tangan yang najis karena tidak bersih. Tetapi Yesus mengecam mereka dan berkata bahwa para pemimpin agama Yahudi tersebut adalah orang- orang yang munafik. Mereka mengatur masyarakat semau mereka sendiri dan hati mereka penuh dengan kejahatan. Mereka malah berbuat seenaknya terhadap perintah Allah.
Percuma menjadi seorang pemimpin jika orang tersebut tidak memiliki integritas dalam bekerja sehingga merugikan orang-orang di sekitamya. Jika seorang pemimpin memiliki hati yang bersih, ia dan rekan sekerjanya akan bekerja dengan baik sehingga bisa membawa hasil yang baik juga. Maka dari itu, kita harus memiliki kepekaan supaya kita bisa tahu mana pemimpin yang baik dan mana yang tidak. Kita juga harus berani dan bijaksana dalam mengkritik pemimpin yang tidak dapat bekerja dengan baik.
(GJP)