Dalam perumpamaan ini Yesus menyamakan diri-Nya dengan pohon anggur. Pohon yang bertumbuh pastilah mengeluarkan ranting dari cabang-cabangnya, dan ranting itu adalah para pengikut Yesus.
Ranting yang baik akan menghasilkan buah anggur yang baik. Sebaliknya, ranting yang tidak baik, yang tidak berbuah, akan dipotong dan dibakar.
Ranting harus menempel pada pokok anggur agar dapat menghasilkan buah, menempel itu tinggal di dalam Tuhan.
Tinggal di dalam Tuhan akan memungkinkan untuk berbuah lebat karena dengan tinggal dalam Tuhan itu berarti hidup bergaul dan menghidupi firman Tuhan.
Kita tentu berkehendak untuk menjadi murid-murid (ranting-ranting) Yesus yang menghasilkan buah yang banyak. Untuk menghasilkan buah yang banyak, kita tidak sekedar mengikuti ritual yang ada, melakukan aktifitas pelayanan namun kita harus memiliki waktu bersama Tuhan. Rela dibersihkan ranting-ranting yang banyak yang membuat kita tidak fokus kepada Tuhan.
(WS)