Raja itu menaruh mahkota
di bawah kaki-Nya
Dan palang kotor
dijadikan sandaran kepala

RAJA itu terbalik
supaya menjadi AJAR
Agar rakyat-Nya wajar belajar

Kalau mau menggapai puncak
Kerajaan Surga
Turunlah sampai ke dasar
Kerajaan Maut

Tahta-Nya menjulang di Bukit Tengkorak
Dalam singgasana-Nya Ia bersemayam
Salib lusuh berhiaskan darah suci berkilau

Kalau lihat tangan-Nya, terpakulah
Keduanya terentang bukan menantang
Seperti gembala yang memanggil pulang
Kawanan domba jingkrak dan kambing hitam
yang berjalan terseok-seok di belakang

Sebuah puisi yang saya beri judul “Raja Itu” menjadi refleksi buat kita dalam menyambut Hari Raya Kristus Raja. Mengingatkan akan keberadaan Kristus sebagai Raja yang berbeda dari raja-raja pada umumnya, khususnya berbeda dari para pemimpin umat di zaman Yeremia. Kristus adalah Raja yang menggembalakan dalam kasih dan kerendahan.

Semua ini diperhadapkan bagi kita semua, adakah kita bersedia meneladani Yesus Kristus Sang Raja kita? Adakah kita juga bersedia datang, sebagai domba gembalaan-Nya yang senantiasa berlindung dan berharap pada-Nya? Selamat merayakan Hari Raya Kristus Raja, Tuhan Sang Raja beserta kita sekalian. (CPH)

You May Also Like

Berdoa Kepada Allah Dalam Kerendahan Hati

“Connecting People,” demikian semboyan dalam sebuah iklan handphone yang populer pada jamannya.…

Mempersembahkan Hidup Untuk Menjadi Saksi

Setelah Tuhan Yesus terangkat naik ke sorga, murid-murid-Nya tinggal bersama menanti Roh…

Menyelami Jalan Panggilan Allah

Pernahkah membaca lowongan pekerjaan di sebuah perusahaan? Coba perhatikan kriteria yang tercatat…