Saudara pemahkah menonton tayangan tentang seseorang yang menemukan seekor anjing terluka dan tidak terurus di pinggir jalan? Orang tersebut hendak membawanya, tapi anjing itu malah menggigitnya. Anjing ini diduga mendapatkan kekerasan sebelumnya, lalu akhimya dibuang begitu saja. Orang itu tidak berhenti berusaha, pelan-pelan membujuk hingga anjing tersebutmau dibawa. Ia langsung membersihkan, memberi makan, dan mengelusnya dengan harapan anjing ini bisa percaya kepadanya, kalau dia adalah sosok yang aman. Terbukti setelah beberapa bulan, anjing itu tumbuh sehat, bahkan sangat senang dielus dan dipeluk oleh orang-orang.

Bila melihat kisah ini, sentuhan seperti pedang bermata dua. Sentuhan bisa melukai dan meninggalkan trauma, tapi juga sentuhan bisa menyembuhkan dan memberi kehidupan. Bukankah itu juga yang terjadi dalam hidup kita? Tapi mungkin lebih banyak hal buruk terjadi. Semenjak kita mengalami pandemi Covid-19 hingga banyaknya kasus pelecehan, sentuhan menjadi sesuatu yang beresiko bagi siapapun.

Sedangkan, jika melihat Yesus dalam pelayanan-Nya kepada orang sakit, sentuhan menjadi cara-Nya menyembuhkan. Sentuhan Yesus membuat ibu mertua Petrus tidak hanya sembuh tapi mau melayani. Kita merasakan juga, saat pandemi Covid-19, pengalaman lebih terbatas. Sedangkan saat gereja bisa melakukan ibadah dan pelayanannya secara on-sitepertemuan langsung, kita dapat merasakan lebih secara langsung pengalaman akan sentuhan kasih Allah. Ketika kita menyambut sesama dengan bersalaman, melawat- mengunjungi jemaat yang sakit, berdoa bersama, mengadakan persekutuan, dsb. Sentuhan (kontak fisik) membuat kita lebih merasakan sentuhan kasih Allah dalam pengalaman hidup bersama. Paulus juga melakukan pekabaran Injil dengan totalitas, hingga yang menerima dan merasakannya dari berbagai kalangan. Maka kita sebagai gereja harus menghayati dengan menjadi gereja yang ramah, yang benar-benar hadir bagi siapapun melalui ibadah dan pelayanan, sehingga bersama dapat merasakan dan mewujudkan sentuhan kasih Allah vana membawa hidup. /TGNI

You May Also Like

Dipanggil Menjadi SaksiNya

“Para Pencari Tuhan”, sinetron religi yang tayang di televisi swasta tahun 2007,…

Kebangkitan: Perjumpaan yang Tak Terduga dengan Allah

Para murid memiliki harapan yang besar kepada Yesus. Mereka meninggalkan segalanya untuk…

Id Y. AMAHAN Menjadi Keluarga yang Memuridkan

Carolyn Bertozzi Ph.D, adalah satu-satunya perempuan dari tiga 00 | penerima hadiah…