Ibu Santi hidupnya kini berubah menjadi sukacita setelah menjadi Kristen. Apa rahasianya, kenapa orang Kristen hidupnya selalu sukacita? Ibu ini mulai memberanikan diri ikut beribadah sampai akhirnya mengambil keputusan untuk percaya kepada Tuhan Yesus. Menurut ibu ini, Allah memakai bahasa Ilahi sehingga memudahkan dia untuk percaya. Allah disebut Bapa dan yang percaya kepada-Nya disebut anak- anak Allah. Tuhan Yesus disebut Anak Allah, karena Ia adalah
Allah yang menjadi manusia.
Bagaimana dengan Anda sebagai anak-anak Allah?
Apakah hidup Anda mengalami sukacita seperti yang dialami
ibu Santi ?
“ Kita dipilih Allah untuk menjadi anak-anak-Nya. Dipilih berarti diistitmewakan, disebut anak-anak-Nya karena kita dikasihi-Nya (Yoh 1:12). Bapa yang baik pasti mengasihi anak-anaknya. Dari Allah yang hanya kita dengar sabda- Nya menjadi Allah yang kelihatan dan menjadi manusia dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Bandingkan bagaimana ketika Anda dipilih untuk menjadi pasangan seumur hidup?
“ Sukacita karena disediakan berkat rohani di dalam surga (Ef 1:3). Manusia kadang hanya puas dengan apa yang dimilikinya di dunia ini. Padahal semua yang dari dunia ini pada akhirnya tidak bisa kita bawa ketika menutup mata. Allah menyediakan yang istimewa, yaitu berkat rohani : keselamatan kekal, pengampunan dosa, kecukupan hidup jasmani, penghiburan, kekuatan dan masih banyak lagi.
“ Sukacita karena kita diberi warisan mengerjakan pekerjaan Allah. Setelah dikuduskan dan tanpa cacat kita dipanggil untuk mengerjakan pekerjaan Allah. Kesempatan inilah yang membuat hidup penuh dengan sukacita karena Allah mempercayakan pelayanan kepada kita (Ef 1:11). Sudahkah kita menyambutnya dengan sukacita? (AGP)
Tidak Ada Sukacita Yang Besar Dalam Hidup Ini Kecuali Kita Dipilih Menjadi Anak-Anak-Nya