Di sebuah kota kecil di Afrika, hidup seorang pemuda bemama James. Dia selalu berusaha untuk hidup benar, namun sering kali tergoda oleh lingkungan sekitamya. Teman-temannya mengajak James untuk melakukan hal-hal yang tidak benar seperti berbohong dan mencuri. James merasa tertekan dan bingung, merasa tidak berdaya menghadapi godaan tersebut. Dia merasa dirinya kotor dan tidak layak di hadapan Tuhan.
Alkitab mengajarkan kita tentang realitas dosa melalui kisah di Kejadian 3:8-15, di mana Adam dan Hawa bersembunyi dari Tuhan setelah mereka jatuh ke dalam dosa. Dosa membawa rasa malu dan keterpisahan dari Tuhan. Namun, Mazmur 130:1-8 menunjukkan bahwa di tengah-tengah keterpurukan dosa, kita bisa berseru kepada Tuhan dan menemukan pengampunan. Dalam 2 Korintus 4:13-5:1, kita diajarkan untuk tetap berpegang pada iman kita, karena di dalam Tuhan ada pembaharuan dan kekuatan baru setiap hari.
Markus 3:20-35 menunjukkan bahwa hubungan dengan Tuhan lebih kuat daripada hubungan darah, dan siapa pun yang melakukan kehendak Tuhan adalah bagian dari keluarga- Nya.
Seperti James, kita sering kali merasa terjebak dalam dosa dan cela. Namun, Alkitab mengajarkan bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni. Kita diajak untuk datang kepada Tuhan dengan penuh penyesalan, seperti pemazmur yang berseru dari kedalaman dosa. Kita diingatkan bahwa di dalam Kristus, kita adalah ciptaan baru, dan meski tubuh kita lemah, rohani kita diperbarui setiap hari. Kita diajak untuk hidup dalam komunitas yang mendukung kita dalam iman, seperti yang diajarkan dalam Markus.
Mari kita berani mengakui dosa-dosa kita di hadapan Tuhan dan memohon pengampunan-Nya. Jangan biarkan diri kita larut dalam dosa dan cela. Bangkitlah dengan iman, dan jadilah bagian dari keluarga Tuhan yang selalu melakukan kehendak- Nya. Tantang diri kita untuk hidup dalam kebenaran dan