Dalam kesatuan GKI, kita sering mendengar kata “sinode”. Sejak tahun 1988, tiga sinode GKI (Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur) menyatu menjadi satu, yang kemudian kita kenal sebagai: sinode GKI. Kata “sinode” berasal dari kata sun/syn yang artinya “bersama-sama”, dan hodos, yang berarti “jalan”. Dengan demikian, kata sinode mengandung sebuah tekad untuk berjalan bersama-sama. Pertanyaannya, sebagai anggota keluarga besar GKI, apakah kita memiliki sebuah kerinduan ini, untuk berjalan bersama-sama? Berjalan bersama tidak berarti semua harus serba seragam. Seperti saat kita berjalan bersama keluarga atau teman-teman, warna dan model baju tidak harus sama, langkah kaki kanan dan kiri tidak harus persis sama, pengalaman masing- masing juga tidak harus sama. Namun demikian, kita masih bisa berjalan bersama mereka, bahkan menikmati perjalanan itu.

Hari ini kita memperingati hari jadi kesatuan GKI yang ke-34. Setiap jemaat memiliki tantangan dan pergumulan tertentu. Usia tiap jemaat GKI juga tidak sama. Artinya, rentang waktu untuk mengalami perjalanan bersama ini pun berbeda-beda. Namun, dalam kerinduan untuk melanjutkan perjalanan bersama ini, mari kita miliki sebuah semangat yang sama, yaitu kesediaan untuk memelihara kesatuan visi. Dapat dibayangkan jika sekelompok orang memiliki visi atau arah yang berbeda-beda, tentu mereka tidak akan bisa berjalan bersama. Demikian juga dalam berbagai perbedaan dalam GKI, kesatuan visi diperlukan dengan mengingat panggilan Tuhan bagi gereja kita. Salah satu panggilan yang tertuang dalam Konvesi GKI, yaitu untuk berperan serta dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan baik di tengah bangsa Indonesia.

Bacaan dari Surat Ibrani dan Injil Lukas hari ini menunjukkan pekerjaan-pekerjaan baik itu: memelihara kasih persaudaraan, memberi tumpangan, memberi bantuan, saling menghormati, dan sebagainya. Sesungguhnya ada banyak karya yang dapat kita lakukan bersama-sama sebagai gereja di tengah negeri ini. Tidak kebetulan, jika kita menjadi bagian dari keluarga besar GKI. Mari kita lanjutkan perjalanan ini bersama-sama. Kiranya Tuhan

You May Also Like

Layakkah Kita Marah Kepada Tuhan?

Pernahkah Saudara marah kepada Tuhan? Banyak orang pernah marah kepada Tuhan dan…

Sapaan Pengingat “Hai!” “Oh, hai!” “Masih ingat? “Mmm… hmm…”

Percakapan ini cukup mengesalkan baik bagi yang menyapa, maupun yang : Karena…

Memuliakan Allah Dalam Penderitaan

Tubuh saya masih lemas akibat demam tinggi dan mual, ketika  dosen itu…

Menyuarakan Kebenaran

Budaya risih atau perasaan “sungkan” seringkali membuat kita enggan untuk menegur seseorang…