Berkilat kilau cermin

Melontar balik guyuran cahaya Dalam semringah ia mendongak Menyapa bola putih berbinar

Kalau bukan ditolong terang sudahlah ia terbelah dua Pajang rupa buruk dan garang Hati siapa yang tak gelisah

Karena,

Bukan salah rupa yang tak rupawan Bukan kusam cermin gagal beri cerminan Gelaplah yang berdusta tentang wajah

Sebaik-baiknya lengkung senyum di bibir Diubah jadi licik dan penuh nyinyir Seluas-luasnya rengkuh kasih di hati Diganti keji, dingin, dan antipati

Maka tiadalah henti-hentinya

cermin bersyukur pada yang di atas

yang cahayanya memberkas menghentak gelap terhempas

Hingga ia dapat melihat dengan jelas Dan memantulkan kembali dengan tegas: Sang Wajah penuh kasih belas

Puisi ini hendak menggemakan kembali perenungan dalam bacaan kita hari ini, bahwa Allah ialah Maha Kasih dan menganugerahkan kasih kepada semua orang tanpa pilih- pilih. Akan tetapi, seringkali kita yang berusaha meniru Allah malah menampakkan wajah garang, karena kegelapan dosa menguasai hati kita. Ketika Kristus Sang Terang itu datang, kita dimampukan untuk melihat siapakah Allah kita sesungguhnya sekalinis umntik mencerminkan kebaikan dan cinta Allah

You May Also Like

Ketaatan Karena Kasih

Dalam keseharian kita, saat kita menghadapi kesulitan dan memutuskan untuk tetap taat…

Menyelami Jalan Panggilan Allah

Pernahkah membaca lowongan pekerjaan di sebuah perusahaan? Coba perhatikan kriteria yang tercatat…

Kebangkitan-Nya Menyelamatkan Semua

Bagi pecinta sepak bola, final liga Champions tahun 2005 adalah salah satu…

Setia Meski Jalan Berliku

Jika kita membaca Kejadian 41:38-43, hidup Yusuf tampak seperti kisah yang berkilau.…