Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang petani bernama Pak Budi. Ia menanam sebuah bibit pohon kecil di pekarangannya. Setiap hari, Pak Budi merawat bibit itu dengan penuh kesabaran, menyiramnya, dan memastikan tanahnya subur. Meski awalnya tampak kecil dan rapuh, ia percaya bahwa suatu hari bibit tersebut akan tumbuh menjadi pohon yang besar dan memberikan keteduhan serta buah yang melimpah. Tetangganya sering mengejeknya, menganggap usahanya sia-sia. Namun, Pak Budi tetap teguh, yakin akan pertumbuhan pohonnya.
Dalam Yehezkiel 17:22-24, Tuhan berjanji untuk menanam sebuah pohon aras yang akan tumbuh besar dan kuat, memberikan tempat tinggal bagi burung-burung dan keteduhan bagi banyak makhluk. Mazmur 92:1-4 memuji Tuhan atas pekerjaan-Nya yang besar, menyatakan bahwa orang benar akan bertunas seperti pohon korma, tumbuh subur di pelataran Tuhan. Dalam 2 Korintus 5:6-17, Paulus mengingatkan kita bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus, yang lama telah berlalu, dan yang baru telah datang. Markus 4:26-34 mengajarkan tentang Kerajaan Allah yang seperti benih yang tumbuh, dari yang kecil menjadi besar dan memberikan manfaat bagi banyak orang.
Cerita Pak Budi mengingatkan kita bahwa dalam iman, kita harus bersabar dan percaya pada proses Tuhan. Seperti bibit yang tumbuh menjadi pohon besar, hidup kita juga bertumbuh dalam Tuhan. Meskipun saat ini kita mungkin merasa kecil dan tidak berarti, Tuhan memiliki rencana besar bagi kita. Kita diajak untuk terus berakar dalam iman, menyerap kebaikan dan kasih Tuhan, agar kita dapat bertumbuh dan memberikan dampak besar di masa depan.
Mari kita terus bertunas dalam iman, merawat hubungan kita dengan Tuhan, dan percaya bahwa dalam waktu-Nya, kita akan menjadi pohon yang merindang, memberikan keteduhan dan berkat bagi banyak orang. Tetaplah teguh dalam iman dan jangan menverah, karena Tuhan sedana bekeria dalam hidup