“Aku mencintai pekerjaanku,” kata Mega, seorang perawat yang masih muda, “namun ketika aku memberi tahu orang apa yang perlu dilakukan agar ia tetap sehat, tetapi nasihatku tidak dituruti, akupun menjadi sangat frustrasi.”
Taufik, suaminya tersenyum dengan penuh pengertian berkata “Aku pun merasa demikian saat memulai karier editorialku,” kata sang suami kepadanya. “Saat pengarang tidak memedulikan nasihatku agar naskah mereka menjadi lebih baik, aku pun merasa frustrasi.”
Mungkin kita pernah merasa frustrasi saat orang tidak menuruti nasihat kita, dalam kapasitas kita sebagai seorang yang ahli. Oleh karena itu, mari bayangkan perasaan Allah apabila kita mengabaikan nasihat-Nya. Dia adalah Pribadi yang paling mengetahui hal terbaik bagi kita. Akan tetapi, kita kerap kali justru bersikap seakan-akan kita sudah mengetahui yang lebih baik. Terkadang itu terjadi karena kita melihat perintah-perintah Allah terlihat sulit.
Padahal bila kita mau melihat kisah Abraham dan para hambanya dalam Kej. 24:34-38, 42-49, 58-67. Kita dapat melihat bagaimana Allah menuntun dan menolong hamba Abraham menemukan jodoh untuk Ishak. Allah memberikan tuntunan dan pertolongan yang sama persis dengan yang dimintakan sang hamba pada Allah ketika sang hamba juga telah dengan taat menuruti petunjuk yang di dapat dari tuannya, Abraham. Lihatlah, bagaimana Allah dengan murah hati mengajarkan hal yang terbaik namun tidak memaksa kita untuk melakukannya. Dia dengan sabar menawarkan sesuatu yang benar dan baik, dan mengizinkan kita untuk memilihnya. Memilih untuk mematuhi atau tidak mematuhi tuntunan dan pertolongan Tuhan. -YPP

You May Also Like

Melangkah Dalam Integritas

Anda pernah mendengar istilah penjahat berdasi? Mereka adalah orang-orang yang rapi dalam…

Keluarga yang Tangguh

Seorang atau keluarga percaya yang setia dan hidup dalam persekutuan yang taat…

Anugerah Allah Menopang Umat-Nya

Samaria awalnya adalah Ibukota Israel Utara yang diduduki oleh suku Yusuf keturunan…