Boleh dikata kita sedang menghadapi hari-hari yang sulit, banyak orang hidup semaunya, kejahatan juga bertambah banyak, godaan dan pencobaan hidup luar biasa.
Beberapa waktu yang lalu mungkin ada yang menerima broadcast tentang hasil lembaga riset Internasional Barna yang disampaikan Daniel Copeland diberitakan Majalah Spektrum: “tentang anak-anak muda yang enggan pergi ke gereja karena faktor kemunafikan” yang kemudian dibantah oleh Wahana Visi Indonesia (hak jawab dan koreksi berita dari Wahana Visi) apa yang ditulis Majalah Spektrum tidak tepat kalau dikatakan hanya 1076 anak muda yang percaya hal rohani itu tidak benar. Dalam penelitian Barna generasi muda yang masih mempercayai hal-hal rohani sebanyak 4746 bahkan di Indonesia 7576 dstnya.
Saya tidak hendak membahas kedua artikel tersebut. Namun memang perlu kita
waspadai hidup kita sebagai anak-anak Tuhan, siapapun diri kita, apakah kita menjaga
kemurnian hati kita atau tidak? Pada hari-hari terakhir Rasul Paulus mengingatkan
Timotius :
1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
(2 Timotius 3:1)
2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama. (2 Timotius 3:2)
3. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! (2 Timotius 3:5)
Saat ini banyak orang lebih fokus pada dirinya sendiri. Manusia akan menjadi makin
cinta diri, sombong, pemberontak, tidak tahu berterima kasih, tidak bisa mengendalikan
diri, tidak menyukai yang baik. Firman Tuhan mengajak setiap anak-anak Tuhan, muda maupun tua, pemimpin ataupun kaum awam untuk menjaga kemurnian hidup kita. (WS)