Ada.
Saul, ditolak sebagai raja.
Padahal, ia masih menjadi raja.
Juga, anak-anak Isai:
Eliab, Abinadab,
Simea, Netane’el,
Radai, Ozem,
Dan seorang lagi yang tidak tercatat namanya.
Padahal, mereka belum menjadi raja.

Ah, katamu itu benar.
Tapi lihatlah:
Saul ditolak sebagai raja,
karena firman TUHAN pun ditolak olehnya.
Eliab, Abinadab, Simea, Netane’el, Radai, Ozem,
dan entah siapa namanya,
ditolak, karena memang bukan mereka.

Tapi, bukankah raja
seorang yang diurapi, bukan prestasi?
bukankah raja
adalah tentang fungsi, bukan posisi?
bukankah raja
seharusnya bicara misi, bukan ambisi?

Maka tak mengapa seorang ditolak jadi raja,
asal dia tidak ditolak sebagai manusia:
kala ia dicipta sebagai produk gagal.

Sang Khalik tak mencipta barang rusak
cinta dan pemeliharaan jadi tandanya
Namun kala kepercayaan mengukuhkan
janganlah lakukan yang dapat merusak
supaya jangan kegagalan jadi label diri
yang membuat diri merasa dicipta
sebagai produk yang gagal.


Sebuah sajak bebas (vers libre) ini hendak menggumulkan apakah ada yang diciptakan sebagai suatu gagal sejak semulanya, dan kenyataannya, Tuhan tidak mencipta produk gagal, hanya kesalahan kita yang seringkali membuat kita merasakan demikian. (CPH)

You May Also Like

Dimampukan Namun Tidak Dimanjakan

Disadari ataupun tidak sesungguhnya kita sedang hidup dan bertumbuh di tengah-tengah generasi…

Hidup Yang Bertanggung Jawab

Ketika berbicara masalah Hidup Yang Bertanggung Jawab, maka kita dapat melihat dinamika…

Roh dan Kasih Tuhan Memberanikan Kita Menyatakan Kebenaran

Menyatakan kebenaran bukan hal yang mudah di zaman pragmatis seperti sekarang.  Kebenaraan…

Pertobatan Sebagai Titik Balik Kehidupan

Beberapa tokoh politik di negara kita Indonesia, telah beberapa kali menyerukan “tobat…