Memasuki bulan Agustus, bendera merah putih telah berkibar di mana-mana. Semangat kebangsaan terasa lebih kuat di bulan ini, di mana bangsa Indonesia akan memperingati hari kemerdekaannya. Dalam semangat kebangsaan ini, ibadah Minggu di GKI Peterongan selama bulan Agustus dirangkai dalam tema besar “Hidup Bertoleransi Sebagai Murid Kristus”. Sebuah pertanyaan bagi kita: Sebagai murid Kristus, apa yang telah kita perbuat, atau kita nyatakan, bagi Indonesia?
Kita membaca tentang Rut yang menyatakan kesetiaannya kepada Naomi, mertuanya. Rut adalah perempuan Moab, sedangkan Naomi berasal dari Israel. Naomi mengalami hidup yang berat, karena suami dan kedua anak laki-lakinya telah meninggal dunia. Dalam konteks masyarakat pada waktu itu, seorang perempuan yang mengalami kondisi seperti Naomi itu dianggap tidak lagi memiliki pelindung. Hidupnya jauh dari kesan berhasil, apalagi bahagia. Naomi sendiri menyebutkan bahwa hidupnya pahit. Rentetan peristiwa pahit itu seolah menjadikan wajar apabila orang di sekitarnya mencari alasan untuk pergi meninggalkannya, sebab tak ada lagi yang dapat diharapkan darinya. Salah satu menantunya, yaitu Orpa, memutuskan untuk pergi. Namun demikian, Rut memutuskan untuk tetap bersama Naomi. Kesaksian hidup Naomi yang beriman kepada Allah Israel ternyata jauh lebih menarik, hingga membuat Rut memutuskan untuk tinggal bersamanya, menjadikan bangsanya Naomi bangsanya juga, dan Allahnya Naomi Allahnya juga.
Di tengah negeri ini, ada berbagai peran yang dapat kita lakukan. Namun demikian, ada satu yang sama di balik semua itu, yaitu panggilan untuk menyatakan iman kita kepada Kristus. Sekalipun pergumulan kita berat, kiranya hidup kita tetap menjadi sebuah kesaksian yang menarik bagi setiap orang di sekitar kita. Meski tidak selalu mudah, tetaplah hadir dengan kasih, menjadi teladan yang baik, dan tetap melanjutkan perjuangan bersama sesama. Seperti Rut terhadap Naomi, kiranya orang-orang di sekitar kita pun bersemangat untuk bekerjasama dengan kita,
PE TN EN TA PU PEN N
Da ea TA EN