Gembala adalah suatu pekerjaan yang sangat mulia di kalangan kaum Yahudi. Hal itu dimungkinkan karena orang Yahudi memiliki ketergantungan pada hewan gembalaan khususnya domba, baik dalam kehidupan peribadahan maupun dalam kehidupan ekonomi secara nasional.
Di Israel, gembala pada zaman Alkitab merupakan pekerjaan yang paling berat dan berbahaya. Pada pagi hari domba dibawa ke padang rumput dan pada malam hari dikembalikan ke kandangnya. Gembala yang bertanggung jawab akan selalu menghitung dombanya setiap hari dan menjadi ‘pintu’ bagi dombanya pada malam hari. Disebut ‘pintu’ karena mereka tidur di depan pintu kandang menjaga domba-domba mereka, agar aman dari perampok. Karena itulah mereka sering menjadi korban jika berhadapan dengan para perampok yang sangat berbahaya pada malam hari. Domba di Israel kehidupannya bergantung sepenuhnya pada gembala dari ancaman binatang buas.
Di Israel Tuhan Allah disebut sebagai gembala umat- Nya. Di Perjanjian Baru Yesus menyebut dirinya sebagai gembala yang baik. Gembala yang baik adalah gembala yang rela berkorban dan tidak mementingkan dirinya sendiri. Ia lemah lembut dalam pengasuhannya dan tidak melarikan diri saat menghadapi bahaya dalam menjalankan tugas-tugasnya. Tak hanya itu gembala yang baik akan melakukan penggantian jika salah satu gembalaannya hilang, kecuali ia bisa membuktikan bahwa suatu peristiwa telah terjadi di luar pengetahuan dan kemampuannya. Karena Yesus sebagai Mesias
aralah maemahala A.mAa hak ham Au wa haraamh malah