David Flood, penginjil di desa Zaire, Afrika meninggalkan
pelayanan setelah isterinya, Svea dipanggil Tuhan dan
meninggalkan anak perempuan bernama Aina, yang masih kecil.
David kecewa lalu beralih profesi dan kecanduan minuman keras.
Aina dititipkan di pos penginjilan di Zaire. Ketika David sakit keras,
Aina yang telah dewasa dengan nama Aggie, menengok ayahnya
dan memberitahu bahwa dulu ada seorang anak kulit hitam yang
pernah diinjili ayahnya. Orang itu merasa berhutang budi kepada ayahnya. Kini dia menjadi penginjil di Zaire dan telah menobatkan
110.000 jiwa baru. Juga di desa itu telah berdiri 32 Pos Penginjilan,
beberapa Sekolah Alkitab dan Rumah Sakit Kristen. Mendengar
kisah anaknya itu, David Flood kaget lalu bertobat dan kembali percaya kepada Tuhan Yesus. Tak lama kemudian ia dipanggil
Tuhan pada usia 73 tahun.
Bersaksi di tengah penderitaan tidak mudah. Kadang Tuhan
memakai penderitaan untuk menunjukkan kuasa-Nya dan
bagaimana orang yang dipakai-Nya bisa bertahan dalam penderitaan.
“ Dalam penderitaan Tuhan tetap menyertai. Penderitaan
dipakai-Nya untuk melengkapi kesaksian kita sehingga semua
orang melihat bagaimana kualitas hidup seseorang yang berani menjadi saksi Kristus di tengah penderitaannya (Yer.
20:11).
Dalam penderitaan jangan sekali-kali menyangkal Tuhan.
Pengakuan Tuhan kepada orang yang dipilih-Nya juga sampai
kepada Bapa di sorga. Sebaliknya kalau kita menyangkal,
maka Tuhan juga akan menyangkal kita di depan Bapa-
Nya (Mat. 10:32-33). Jangan mempermainkan Tuhan dalam
pelayanan.
“ Dalam bersaksi walaupun penuh derita tidak dikenal kata : MENYERAH. Jangan serahkan tubuh kita untuk takut bersaksi, tetapi izinkan hidup kita untuk dipimpin oleh Roh Allah karena kita adalah anak-anak Allah (Rm. 8:14).
AGP