Seorang pemain sirkus ditanya: “Apa rahasianya bapak bisa berjalan di atas tali yang direntangkan dari ujung ke ujung? Jawabnya: “Saya fokus, mata tertuju kepada tujuan. Jangan melihat ke bawah. Kemana kepala kita tertuju, ke sanalah tubuh kita mengarah. Jadi kita harus selalu melihat ke tempat di mana yang kita inginkan.
Fokus adalah titik api, pusat perhatian. Dengan sikap fokus maka tujuan kita akan berhasil. Setelah bertobat, Yunus kembali di panggil Tuhan untuk berkarya bersama-Nya. (Yunus 3:1-5,10).
Fokus Berkarya Bersama Allah, bagaimana caranya? Belajarlah dari Yunus.
Tidak menyingkir dari panggilan Allah. Panggilan Allah yang keduabagi Yunus memberi syarat : Bangun, Siap, Mulai. Dengan rela Yunus berjalan seharian ke kota Niniwe memberitakan Firman Allah agar penduduk Niniwe bertobat. “Empat puluh hari” (ay.4), mengingatkan peristiwa air bah zaman Nuh. Bila kita menerima panggilan Allah untuk berkarya bersama-Nya jangan menunda, apalagi menolak.
Panggilan untuk bertobat adalah hidup yang dikehendaki Tuhan. Ternyata Niniwe mau mendengar seruan Tuhan dan bertobat. Yesus menyebut hal ini sebagai teladan yang harus ditiru (Mat.12:41). Panggilan bertobat adalah karya Allah yang harus kita terima karena kita adalah orang berdosa. Dan kita yang mau dipakai Allah untuk berkarya bersama-Nya itu adalah panggilan yang mulia.
Pengampunan adalah karya Allah yang penuh kasih dan terbesar. Allah membatalkan rencana-Nya untuk menghukum penduduk Niniwe karena mereka mau bertobat. Hal ini terjadi karena Yunus mau diajak bekerja sama dengan Allah untuk menyadarkan seluruh penduduk Niniwe. Allah adalah juga mengasihi bangsa-bangsa lain bukan hanya untuk umat Allah saja. Masihkah kita berpikir ulang untuk diajak kerjasama dengan Allah? Tragedi Yunus cukup untuk dikenang, tapi Yunus bertobat setelah dinanaail untuk kedua kalinva Bagaimana denaan Anda?