Apa yang terpikir dalam benak kita saat kita mendengar tentang karunia Roh? Seringkali karunia Roh diidentikkan dengan hal-hal spektakuler. Memang benar, Roh Kudus dapat berkarya secara spektakuler, menghadirkan pengalaman iman yang tidak “biasa”. Namun demikian, karya dan karunia Roh Kudus tidak terbatas hanya pada yang tampak spektakuler itu. Roh Kudus juga bekerja dalam cara yang sehari-hari, yang sangat manusiawi dan tampak “biasa”. Keduasisi ini, baik karya spektakuler maupun sehari-hari, tampak dalam bacaan kita hari ini.

Kisah Para Rasul 2 menggambarkan peristiwa pencurahan Roh Kudus, sebagaimana dijanjikan oleh Tuhan Yesus sebelum la naik ke sorga. Banyak orang datang dari berbagai negara ke Yerusalem dan mendengar murid-murid Tuhan Yesus berbicara dalam bahasa-bahasa yang mereka mengerti. Suara gemuruh angin kencang serta penampakan lidah-lidah seperti nyala api menyertai peristiwa itu. Karya Roh Kudus tampak luar biasa dalam peristiwa Pentakosta. Spektakuler. Namun demikian, Roh yang sama juga bekerja dalam menopang kehidupan yang sehari-hari. Mazmur 104:24-35 melukiskan bahwa karya Ilahi itu ada di tengah ciptaan Allah, memelihara kehidupan. Demikian juga dalam 1 Korintus 12:3-13 dijelaskan bahwa Roh Kudus memberikan berbagai macam karunia. Sebagian karunia tampak spektakuler, namun sebagian yang lain tampak sehari-hari.

Menyadari bahwa Roh Allah, atau Roh Kudus itu penuh kuasa, maka kita diingatkan untuk selalu membuka diri bagi karya Roh. Jangan batasi karya-Nya hanya dengan peristiwa yang tampak spektakuler. Ia juga berkarya dalam keseharian kita: memberi kekuatan bagi kita untuk bekerja, memberi daya bagi kita untuk berjuang di tengah masalah yang tak kunjung usai, memberi pengharapan, menghadirkan sahabat untuk berbagi cerita, dan sebagainya. Mari terus rasakan kehadiran-Nya yang nyata dalam setiap langkah dan karya kita, dan bersyukurlah.

You May Also Like

Ayub dan Para Sahabatnya Penghibur Sejati VS Penghibur Sialan

“Sudah jatuh terjepit eskalator”, itulah Ayub. Dirinya menderita lahir batin,  sahabat-sahabatnya datang…

Diberi Berbeda Agar Saling Memperlengkapi

Efesus 4:1-16   Kelima jari yang kita miliki, memiliki nama, bentuk, dan…

Berbela Rasa Pada Semua

Berbela rasa adalah sebentuk sikap yang digerakkan oleh empati, turut merasakan pergumulan…