Dalam keseharian kita, saat kita menghadapi kesulitan dan memutuskan untuk tetap taat kepada Tuhan, mungkin ada banyak orang yang mengagumi ketaatan kita. Namun demikian, hanya kita yang tahu kenapa kita melakukannya. Apa yang mendorong kita untuk taat? Apakah karena kita ingin terlihat baik, ingin mendapatkan hadiah, atau karena takut terkena hukuman, karena tidak ada pilihan lain, atau karena memang kita sungguh- sungguh mengasihi Tuhan?

Tuhan Yesus berkata, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yohanes 14:15). Dalam kerangka ini, maka ketaatan bukan syarat untuk mendapatkan kasih, melainkan justru merupakan bukti dari kasih itu. Saat kita mengasihi seseorang, kasih itu tidak hanya dikatakan, melainkan juga dihidupi. Kita melakukan apa yang ia sukai, dan tidak menyakiti hatinya dengan melakukan yang ia tidak sukai. Itulah ketaatan dalam kerangka kasih. Saat hati mengasihi, taat bukanlah sebuah beban — melainkan panggilan. Ketaatan tidak dirasa sebagai tuntutan, melainkan kerinduan untuk menyatakan kasih.

Petrus menyampaikan sebuah keindahan dari ketaatan yang dilakukan dengan kasih, yaitu bahwa orang yang melakukannya akan merasa bahagia (ayat 14). Meski seseorang berada di tengah situasi yang sulit, namun bila ia taat kepada Tuhan dengan hati yang mengasihi-Nya, maka ia akan merasa bahagia. Ini adalah kebahagiaan yang tak bersyarat. Bukan bahagia karena mendapat sesuatu yang menyenangkan, melainkan bahagia karena dapat menyatakan ketulusan kasihnya kepada Tuhan melalui ketaatan.

Ketaatan yang didorong oleh kasih memiliki kekuatan yang besar, bahkan untuk menaklukkan rasa takut dan lelah dalam perjuangan itu. Kasih Tuhan yang besar menjadi kekuatan bagi kita untuk belajar mengasihi-Nya, dengan mempersembahkan hidup ini untuk taat kepada-Nya. (HAS)

You May Also Like

Ayub dan Para Sahabatnya Penghibur Sejati VS Penghibur Sialan

“Sudah jatuh terjepit eskalator”, itulah Ayub. Dirinya menderita lahir batin,  sahabat-sahabatnya datang…

Diberi Berbeda Agar Saling Memperlengkapi

Efesus 4:1-16   Kelima jari yang kita miliki, memiliki nama, bentuk, dan…

Berbela Rasa Pada Semua

Berbela rasa adalah sebentuk sikap yang digerakkan oleh empati, turut merasakan pergumulan…