dalem keraton Yogyakarta mengabdi kepada raja seumur Ipa gaji atau dengan imbalan yang sangat kecil. Oleh sebab “pemikiran mereka bukanlah untuk mencari uang melainkan reka bertugas secara bergiliran, namun ketika gilirannya datang an diri sepenuhnya untuk melayani. Yesus pun telah memberikan jaimana la memberikan diri-Nya sepenuhnya. Kesungguhan j memberikan diri sepenuhnya, bahkan nyawa-Nya, menjadi kita.
elayanan, menjadi sebuah persembahan kepada siapa yang Ibrani 9:25 dikatakan, “Dan la bukan masuk untuk berulang- an diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun t kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri.” Yesus iruh yang ada pada-Nya, yaitu dirinya, tidak seperti Imam Besar n bukan yang ada pada dirinya. Seperti apa yang Yesus lakukan, ‘un pernah melakukannya, yaitu dengan mempersembahkan ja sebagai persembahan kepada Tuhan.
hkan semua yang ada pada diri kita, seluruh hidup kita, menjadi orang Kristen yang ingin diingatkan pada hari ini. Kita sebagai nah memberikan persembahan, bahkan setiap hari Minggu kita , apakah persembahan yang kita berikan itu adalah yang terbaik? ta, tetapi Tuhan melihat dengan cara yang lain. Pengorbanan in melalui persembahan diri-Nya, serta persembahan seorang ntoh bagi kita untuk mempersembahkan semua yang ada pada enuhnya kepada Tuhan. Apakah kita telah mempersembahkan | layaknya seorang abdi dalem, yang tidak memikirkan berapa | diperoleh? Selamat berefleksi. Tuhan memberkati kita.